By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Diserang Hama Tikus, Petani Tanara Rugi Puluhan Juta
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
Lintas Banten

Diserang Hama Tikus, Petani Tanara Rugi Puluhan Juta

Last updated: Maret 19, 2021 1:30 pm
5 tahun ago
Share
2 Min Read
SHARE

Petani kampung Cikeli, Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang rugi  puluhan juta akibat hama tikus yang menyerang puluhan hektar sawah mereka dalam beberapa bulan terakhir.

“Iya ini, semuanya abis di makan tikus” ujar Sukron (40) saat ditemui Damarbanten.com, Kamis (18/3/221)

Akibat serangan hama ini, waktu panen padi jadi tidak merata. Di sawah  yang seharusnya sudah panen,  kini rusak dan sebagian  petani  lainnya terancam gagal panen. Tak urung, mereka pun rugi cukup besar..

Petani Kampung Cikeli, Mohammad Abas (38) mengaku, musim panen kali ini mengalami penurunan hasil panen akibat hama tikus yang menyerang sawah miliknya.

“Rata-rata panen itu biasanya menghasilkan 7 ton sampai dengan 8,5 ton perhektar, tapi sekarang hanya dapat 1-2 ton saja perhektarnya,” ujarnya, bernada sedih. Kalau dihitung-hitung, katanya, kerugian petani  bisa mencapai Rp.20 juta/ha.

Senada dengan Abas, Sukhaemi (29) juga mengalami kerugian yang cukup besar pada panen kali ini.  “Biasanya penghasilan mencapai 6-7 juta, sekarang hanya mendapatkan 1,8 juta saja” ucap Sukhaemi.

Pupuk Mahal

Selain serangan hama tikus, para petani juga mengeluhkan langkanya ketersediaan pupuk dan harganya sangat mahal.

“Di sini, pupuk sulit didapat dan kalo ada harganya juga mahal sekali. Harga normalnya Rp.275 ribu/kw, tapi sekarang naik jadi Rp.320 ribu/kw,” keluhnya.

Abas berharap, pemerintah lebih memperhatikan nasib para petani di kampungnya, terutama kecukupan ketersediaan pupuk dengan harga tetap stabi..

Penulis Hamidah

You Might Also Like

Gubernur Banten Andra Soni Raih Penghargaan Kepala Daerah Peduli Pendidikan
Bupati Serang Dorong 5 Program Prioritas Pendidikan
FKUB Kabupaten Serang Dilantik, Bupati Tekankan Jaga Kerukunan
Beasiswa Cilegon Juare 2026 Diperluas, Kuota Bertambah
Pemkab Tangerang Komitmen Perluas Jangkauan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Wabup Tangerang Buka Seleksi Paskibraka 2026, Tekankan Disiplin dan Karakter Generasi Muda

4 minggu ago

Wabup Tangerang Tekankan Disiplin ASN dan Peningkatan Pelayanan Publik

4 minggu ago

Arus Mudik Malam di Pelabuhan Ciwandan Ramai, Pemudik Pilih Menyeberang Usai Berbuka

2 bulan ago

Pemudik Laka Tunggal, PMI Cilegon Sigap Beri Pertolongan

2 bulan ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?