Merentang Panjang Jalan Pengabdian

Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG), Universitas Indonesia merentang panjang dan merenda kegiatan bersama masyarkat. Dari Surabaya di tengah peta Jawa Timur sampai ke ujung paling timur di Kabupaten Banyuwangi. Mengusung tema tunggal yaitu melakukan mitigasi masyarkat sadar dini terhadap bencana. Menemui masyarkat, mulai dari para pejabat, khususnya pemangku kebijakan di tingkat Provinsi, Polda Jawa Timur, pemerintah Kabupaten, dan masyarkat di Banyuwangi. Bentuk dan formatnya berbeda. Dengan pemerintah provinsi kita berdiskusi, dengan Polda Jatim kita bikin seminar nasional, bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kami mengedukasi masyarkat langsung. Mulai dari sekolah, pesantren, & masyarkat umum.

Banyak kegiatan & program yg perlu ditindak lanjuti. Beberapa points penting yg perlu dicatat & ditindak lanjuti adalah permintaan Wakil Gubernur, Bapak Emil E. Dardak membuat East Java Series kerjasama SKSG-UI dengan Pemprov Jatim. Pak Wagub akan merelay ke seluruh kabupaten & kota se Jatim. Lebih menarik lagi tawaran itu saat disodorkan bahwa kami akan menghimpun seluruh hasil riset UI terkait Jatim. Terutama bila hasil riset itu diberi policy brief yg kongkrit dan dapat ditindak lanjuti oleh para pejabat pemangku kebijakan di Jatim. Selain tawaran itu, Pak Wagub bersama Kepala Dinas Pendidikan ingin mengirim staf untuk kuliah di UI.

Beberapa diskusi menarik dalam perbincangan dengan Ka-Baharkam, Mabes Polri dan Wakapolda Jatim. Menurut Beliau banyak alumni UI diberbagai lembaga & instansi di Jatim. Alumni dapat menjadi jejaring pembelajaran berbasis ICT. Alumni dapat menjadi nucleus kegiatan yg dapat dirajut untuk merenda program dan agenda UI merambah ke berbagai daerah, khususnya Jatim. Penting melibatkan alumni setempat untuk setiap program pengabdian masyarkat yg dilakukan oleh universitas Indonesia. Agenda ini tidak sulit untuk dilaksanakan dengan tersedianya jejaring ICT untuk merajut alumni dan merenda kegiatannya.

Rabu Usai acara di Polda Jatim kami bergeser ke Banyuwangi. Kami diterima langsung dan tinggal selama 4 hari di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Hari ke-3 kami berdiskusi di kantor BPPD tentang berbagai potensi bencana di Kabupaten terluas di Jatim. Jumat 29/7 kami bersama BPPD & dukungan Pemkab mengedukasi langsung ke masyarakat. Kami hadir bersama masyarakat di desa, sekolah, dan pesantren.

Selain memberi penyuluhan tentang Mitigasi bencana, kami memberi pendidikan karakter tentang manusia bermutu & karakter kepemimpinan hebat (great leadership character) kepada guru, siswa, & santri. Suatu hal yg menarik dari Pesantren Bustanul Makmur II adalah pengasuhnya. Pengasuh Pesantren ini ternyata masih muda KH. Robitul Haq adalah lulus S1 dari UNAIR dan S2 Hubungan Internasional dari FISIP Universitas Indonesia. Sedang adiknya Mbak Nora adalah mahasiswa semester 4 Fakultas Kedokteran-UI. Fakultas paling ketat seleksinya se Asia Pasifik.

Jumat malam kami sowan dan pamit kepada Ibu Bupati. Beliau didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala BPPD. Turut hadir bersama kami Pengasuh Pesantren Bustanul Makmur II, KH. Robitul Haq, Ibu Nyai, dan Mbak Nora. Dalam kesempatan tersebut Ibu Bupati menyampaikan bahwa Banyuwangi telah lama menjadi tujuan Pengmas UI. Untuk itu Beliau minta ada tindak lanjut & kerjasama jangka panjang dengan UI. Menyambut ajakan tersebut InsyAllah dosen SKSG-UI akan tingkatkan dari PengMas menjadi riset. Khususnya mengelaborasi hasil riset menjadi kebijakan. Setelah berpamitan kepada Ibu Bupati, maka Sabtu 30/7 kami undur diri. Terima kasih atas perhatian, dukungan, & bantuan fasilitasnya. Juga mohon maaf atas salah & alpanya. Salam

Penulis : A. Hanief Saha Ghafur

BERITA TERKAIT

Apa pendapat anda tentang berita diatas

- Advertisement -spot_img

PALING SERING DIBACA

- Advertisement -spot_img

Terkini