Stupa Sariputra di Nalanda

Pada tahun 1921,di ruang depan Biara no. 1 di Nalanda oleh Hirananda Shastri ditemukan artefak berupa pelat tembaga
“Sumbangan Balaputradeva,dari dinasti Sailendra di Suvarnadvipa Nusantara ,tertera tulisan sbb :

….”Kami diminta oleh Maharaja
Balaputradeva yang termasyhur,Raja Suwarnadvipa melalui seorang kurir yang aku buat untuk membangun sebuah biara di Nalanda yang telah dikabulkan dan ditandai oleh dekrit ini …..”

Prasasti itu berbicara tentang Devapaladeva Kekaisaran Pala yang telah mengabulkan permintaan Sri Maharaja dari Suvarnadvipa,”Balaputra” untuk membangun sebuah sangharama di Bihar india ,”Balaputra” disebutkan sebagai anak Rakai Warak cucu dari Śailendravamsatilaka (permata dari keluarga Sailendra )dengan nama Śrīviravairimathana (pembunuh pahlawan musuh) Raja Jawa yang menikahi Tara,putri Dharmasetu

Singkat nya “Nalanda Copperpalate”,abad 9 M yang ditemukan di Vihara I Nalanda di
India,Tertulis Raja Phala keturunan Syailendra bernama Balaputradewa dari Svarnadvipa ,…artinya “Nalanda” di Bihar India didirikan pada tahun 427 M di bangun oleh dan atas prakarsa Sailendra Srivijaya dari Sumatra…Beliau membangun Nalanda demi kepentingan “Pengembangan” yang pusat nya pendidikan itu ada di Nusantara

“Palas” membangun,Sangharama Somapura dengan kompleks seluas 21 acre (85.000 m²) yang memiliki 177 sel,bangunan lainnya Vikramashila, Odantapuri dan Jagaddala

Di area Universitas Nalanda di Bihar India,tepat nya di situs Kuil no.3 disebut dengan nama “Stupa Sariputta” panel relief terpahat di atas menara,ini adalah bangunan Nalanda yang paling ikonik dengan beberapa anak tangga yang mengarah ke puncak,”Sariputra”…..Śāriputta juga disebut Upatiṣya adalah putra dari ibunya Śārī/Rupasari,karena nama ibunya itulah ia disebut Sariputra Ayah nya Māṭhara,Nalaka/Nālada adalah nama desanya….Nama ibu dan anak nya jelas nama Nusantara

Kitab,Maha Prajnaparamita Sastra tentang Śāriputra dan gurunya Sañjaya yang ditulis oleh Nagarjuna dalam Maha-prajnaparamita-sastra,”Risalah tentang kebajikan kebijaksanaan”,Juga dalam Divyāvadāna,hlm 394…Sarvalokasya yā prajñā sthāpayitvā Tathāgatam,Śāriputrasya prajñāyā kalāṃ nārhati ṣoḍaśīm

Tertulis…Seorang brāhmin dari Suvarṇadvīpa bernama Kin fa(Suvarṇakeśa)salah satu dari 6 guru besar non-Buddhis,Sanjaya……Sariputra dia berasal dari Suvarṇadvīpa (Kin tcheou) Ia dilahirkan keluarga Brahman,usia 17 ia menguasai semua ke ilmuwan “Veda”

Sumber lain :
Peziarah Tiongkok Yi tsing/ l-Tshing(635-713),pergi meninggalkan negrinya ke Kin tcheou/Kin-Ti/Tanah Emas/Svarnadvipa ,Indonesia terdahulu menyebut Śrīvijaya dengan “Fo che” atau “Che li fo che” untuk “Belajar” di pusat pembelajaran “Dharmic” bernama “Dharma Phala” yang bercabang di Bihar India “Nalanda”

Svarnadvipa” Indonesia,bukan india …adalah tempat awal sumber belajar Palsafah Utama Dasar “Dharma/Dhamma” …dan inilah tokoh tokoh putra Indonesia terdahulu di masa Sebelum Masehi,Para pelopor “Dharmic” ..sampai ke tanah india
Sañjaya
Śāriputra
Dharmadaśā
Dharmapāla
Suvarṇakeśa
Maudgalyāyana
Svārnadvpa Dharmākirti
Çhrį Janăyasā atau “Dapunta Hyang”

Dharmadasa 700-620 SM,Dharmapala 670-580 SM,Suvarnadvipa Dharmakirti 610 SM – 520 SM,Kumarila Bhatta I 618-540 SM,Adi Sankara 569-537 SM,Mereka Putra Nusantara pelopor “Dharmic” dari Svarnadvipa/Sumatra Indonesia sebagai tempat cikal bakal “Dharmic Original” yang kini tersimpan sempurna di Bali

Sangharama/Universitas pusat pembelajaran “Dharmic”di Svarnadvipa bernama “Dharmā Phalā”,Sangharama cabang di india bernama “Nalanda” cabang di Javadvipa bernama Vhwănā Çhaķâ Phalā kini terpublikasi menjadi “Borobudur”….

Perhatikan dimanakah lokasi yang di kunjungi Fa-Hien thn 399-414 M…
 
….dengan pergi menumpang kapal dagang besar…Fa-Hian tiba dan berada dan tinggal di sini selama 2 tahun,ia menulis salinan buku-buku suci (sutra)…ia juga melihat dari jarak sepuluh langkah,terlihat patung dengan corak emasnya ditampilkan dengan jelas dan cerah…(arca kayu lapis emas)…di antara orang-orang yang telah datang kesini mengatakan bahwa Seribu Pelajar telah mengambil sumpah(wisuda)di sini semuanya “meninggalkan bayangan” di sini”…

Maksud Fa-Hien adalah dia melihat sekelompok orang “Tanpa terlihat Bayangan nya” ini adalah para Pelajar/Brahman berada di suatu lokasi,di area ini hingga saat inipun jika objek/tubuh saat siang hari berada tepat di bawah matahari,maka “Bayangan” objek akan tepat pada titik posisi benda itu berada dan menghasilkan Tidak /Tanpa ada efek ber “Bayangan “

Apakah lokasi ini Ceylon Srilangka….?
Mari kita cermati…

Sumber,Shodhganga “Laṅkā” adalah nama daerah yang disebutkan dalam Kāvyamīmāṃsā dari abad ke-10 Rājaśekhara,Dalam Rāmāyaṇa, Kāvyamīmāṃsā Rājaāekhara dan Bālarāmāyaṇa,deskripsi pulau ini tidak mendukung identifikasinya dengan Ceylon atau Srilangka,Pulau ini terletak di sisi barat semenanjung di luar Travancore, sementara Srilangka berada di sisi timurnya

Hipotetis literasai juga lokasi tempat Laṅkā,adalah istilah teknis Sanskerta yang digunakan dalam ilmu-ilmu India kuno seperti Astronomi,Matematika dan Geometri

Laṅkā di ekuator tempat meridian memotongnya,yaitu tempat dengan Bujur 0°dan Lintang 0° atau koordinat LU 0° mendekatinya,adalah matahari berada di posisi “Equinox” tepat di atas obyek di bumi,menghasilkan obyek tersebut tidak mempunyai “Bayangan”

Kita cek koordinat Sri Lanka : lokasi ini berada di 10.279.2←→82.35.5 titik pusat peta 7°51′N 80°45′E / 7.85°N 80.75°E,Kota Kolombo 6°56′04″N,79°50′34″E / 6.93444°N 79.84278°E

Ringkas nya,Lintang utara Sri Lanka adalah berada di antara 6°- 7° (Bukan Equinox) atau bukan lokasi yang di situ menghasilkan efek “Tanpa Bayangan”,Jadi bukan di Srilangka atau Palembang juga bukan pusat pembelajaran ajaran “Buddha” ,kapan dan siapa misionaris yang datang

Berdasarkan hasil pengukuran dan penelitian J.W. Yzerman dibantu Delprat tahun 1889, 0°21 LU adalah posisi “Equinox” secara astronomi situs “Muara Takus” Kampar Riau Indonesia terletak pada garis yang di maksud “Tanpa Bayang”..di sini yang benar

Jadi secara astronomi situs “Muara Takus” terletak pada garis khatulistiwa koordinat 0°21 LU dan 100°39 BT /0,09 bujur timur,di sinilah area “Tanpa Bayang”

Catatan Fa-Hien selanjutnya :

….mengikuti sungai Po-Nai (adalah sungai Pana’i) di arah timur delapan belas yojana, kami tiba di kerajaan besar Chen-po/Champar/Kampar) di pantai selatannya….di tempat “di mana para pelajar pernah tinggal di situ dan melakukan gerakan… “berjalan berputar”…(Ritual “Dharmic”: Pradaksina/Prasawiya/Tawaf)

….mengelilingi “Tope”(Stupa)juga 4 guru(Rçhi) duduk di 4 sudut, di tempat ini “Menara”… (Muara Takus)…telah didirikan dan masih ada para imam lain nya…..

….dari sini terus pergi ke timur hampir lima puluh yojana kami tiba di kerajaan “Tamralipti”…(yang dimaksud Fa-Hien ini adalah Langka Puri/Sijangkang/Katangka)….Ini di mulut laut,ada 24 sangharamas di sini,semuanya memiliki imam tetap dan hukum “Dhamma” dihormati…

Kita simak apa yang di lihat dan di catat di lihat Fa-Hien….

24 “Sangharamas”…. yang di lihat Fa-Hien adalah berada di Bagian Barat sudut Timur “Kota Suci”,adalah sebutan terdahulu area ini sebelum di sebut “Muara Takus” rincian penjelasan lengkap nya sbb  :

Bagian Timur Laut adalah Gerbang Utama
Komplek utama adalah tempat tinggal para guru “Shangha Kirti” Pengajar/Rçhi
Pagar tanggul kuno 2 lapis benteng
komplek universitas,di sebut masyarakat dengan perguruan Dewa dewi/Nanlanda/”Dharma Phala”
Pusat “Puja” berupa tanah lapang,Juga sebagai tempat wisuda mahasiswa/brahman dan melantik atau mencabut “Daulah” Para Raja pemimpin “Vatsal/Vanua” Nusantara,acara ini di lakukan rutin 3 tahun sekali
Bagian Timur 400 langkah,Pelatihan “Mantra”,Tapa/Tapo istilah Svarnadvipa sebut dengan “Ba -Tarak” berupa bangunan kayu beratap daun
Bagian Barat tempat belajar mahasiswa/brahman di sebut “Kolam Sakti “/Tobek Sati
Bagian Tenggara,Tempat Pelajar mahasiswa/brahman tingkat ke 2
Bagian Barat Daya tempat tinggal pelajar tingkat ke 3

lokasi “Tanpa Bayangan” yang di lihat Peziarah Tiongkok Fa-Hien 399-414 M juga I-Tshing 671 – 695 M,Adalah Pusat ilmu pengetahuan dan pembelajaran “Dharmic” ajaran leluhur Nusantara Indonesia maju terdahulu yang tergambar di Borobudur tersimpan sempurna di Bali juga mendasari lahir dan tumbuhnya ajaran Hindu,Buddha dan Jaina di india….

Jadi,Leluhur bangsa Indonesia yang mewarnai 3/4 muka bumi diantaranya india ,Bahwa benar Hindu Buddha ajaran terlahir di india dan tidak benar situs situs di Nusantara berdasar pada ajaran india

INDONËSIARYĀ
True Back History of Indonesia
Exploration & Research
By : Santosaba
(Revicionist History )
Chat on : bit.ly/3xmsE37
https://anchor.fm/santo-saba
http://msha.ke/santosaba

BERITA TERKAIT

Apa pendapat anda tentang berita diatas

- Advertisement -spot_img

PALING SERING DIBACA

- Advertisement -spot_img

Terkini