Damar Banten – Api membumbung tinggi, menerangi langit malam di Perumahan Bumi Mukti Indah, Ciracas, Kota Serang. Sekitar pukul 20.25 WIB, rumah milik seorang ibu bernama Aminah dilalap si jago merah.
Kebakaran ini pertama kali diketahui oleh suami dari Fani, tetangga korban, saat tengah bersiap membakar sate di halaman rumah.
“Ketika suami saya tengah bersiap nyate depan rumah, dia melihat kobaran api di tengah rumah Aminah. Suami saya langsung teriak, ‘Kebakaran! Kebakaran!’,” ucap Fani.
Rumah Aminah kala itu dalam keadaan kosong. Anak-anaknya sedang bermain di luar, sementara aminah sedang berjualan di Alun-alun Kota Serang.
Warga sekitar bergegas membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun kobaran makin menjadi. Melihat api semakin membesar dan sulit dikendalikan, Fani pun langsung berlari ke dalam rumah untuk mengambil ponsel dan menghubungi pemadam kebakaran. Petugas damkar baru tiba di lokasi sekitar pukul 20.44 WIB.
Saat api sedang dipadamkan Damkar , Aminah tiba ditengah-tengah warga kerumunan warga yang sedang melihat rumahnya. “Saya masih nggak percaya… Rumah saya habis. Tapi saya curiga, ini gara-gara HP anak saya yang dicas, ditinggal gitu aja di kamar,” tutur Aminah sambil menahan air mata, duduk di rumah Fani dengan wajah kosong penuh syok.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak: jangan pernah menyepelekan perangkat elektronik yang dibiarkan menyala tanpa pengawasan. Sebuah charger HP yang tampak sepele, bisa berubah menjadi sumber petaka dalam sekejap.
Penulis : Salma