By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Satu Rumah Ludes di Ciracas, Dugaan Cas HP Jadi Pemicu Kebakaran
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
Seputar Banten

Satu Rumah Ludes di Ciracas, Dugaan Cas HP Jadi Pemicu Kebakaran

Last updated: Juni 12, 2025 9:41 pm
1 tahun ago
Share
2 Min Read
SHARE

Damar Banten – Api membumbung tinggi, menerangi langit malam di Perumahan Bumi Mukti Indah, Ciracas, Kota Serang. Sekitar pukul 20.25 WIB, rumah milik seorang ibu bernama Aminah dilalap si jago merah.

Kebakaran ini pertama kali diketahui oleh suami dari Fani, tetangga korban, saat tengah bersiap membakar sate di halaman rumah.

“Ketika suami saya tengah bersiap nyate depan rumah, dia melihat kobaran api di tengah rumah Aminah. Suami saya langsung teriak, ‘Kebakaran! Kebakaran!’,” ucap Fani.

Rumah Aminah kala itu dalam keadaan kosong. Anak-anaknya sedang bermain di luar, sementara aminah sedang berjualan di Alun-alun Kota Serang.

Warga sekitar bergegas membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun kobaran makin menjadi. Melihat api semakin membesar dan sulit dikendalikan, Fani pun langsung berlari ke dalam rumah untuk mengambil ponsel dan menghubungi pemadam kebakaran. Petugas damkar baru tiba di lokasi sekitar pukul 20.44 WIB.

Saat api sedang dipadamkan Damkar , Aminah tiba ditengah-tengah warga kerumunan warga yang sedang melihat rumahnya. “Saya masih nggak percaya… Rumah saya habis. Tapi saya curiga, ini gara-gara HP anak saya yang dicas, ditinggal gitu aja di kamar,” tutur Aminah sambil menahan air mata, duduk di rumah Fani dengan wajah kosong penuh syok.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak: jangan pernah menyepelekan perangkat elektronik yang dibiarkan menyala tanpa pengawasan. Sebuah charger HP yang tampak sepele, bisa berubah menjadi sumber petaka dalam sekejap.

Penulis : Salma

You Might Also Like

DPRD Sahkan Perda Ekraf dan Perumahan di Kabupaten Serang
Baznas Kabupaten Serang Targetkan Pengumpulan ZIS Rp28 Miliar
Sungai Cibanten Dinormalisasi, Andra Soni Tinjau Langsung Pengerukan Sedimentasi
Bantuan Hukum Gratis Pemkab Serang Dampingi Korban Kekerasan Seksual
Andra Soni Paparkan Strategi Efisiensi Anggaran dan Reformasi Tata Kelola kepada Peneliti IPDN
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Bupati Serang, Rachmatuzakiyah Minta Pokja Bunda PAUD Gencarkan Sosialisasi Wajib Belajar Prasekolah

20 jam ago

TP PKK Banten Dorong Peningkatan Kualitas Kemasan Produk UMKM

20 jam ago

Kabupaten Serang Siapkan Desa Digital Lewat SIDEKA-NG

20 jam ago

Innalillahi, Satu Jamaah Haji Kloter 14 Kabupaten Serang Wafat di Mekkah

2 hari ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?