Damar Banten – Momentum ulang tahun ke-9 Bank Banten sekaligus peresmian kantor pusat baru menjadi babak penting dalam perjalanan bank milik daerah tersebut. Komisaris Utama Independen Bank Banten, Hoiruddin Hasibuan, menyebut hari ini sebagai momen bersejarah yang mencerminkan semangat baru dan arah masa depan Bank Banten sebagai simbol kemandirian keuangan daerah.
“Ini bukan hanya peresmian kantor baru, tapi simbol dari tekad baru dan energi baru menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Hoiruddin saat memberi sambutan pada Selasa (29/07/2025)
Bank Banten disebut memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi di Provinsi Banten. Selain sebagai mitra Pemerintah Provinsi, Bank Banten juga menjadi pendukung bagi pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, institusi pendidikan, hingga masyarakat luas baik di dalam maupun luar provinsi.
Kinerja positif Bank Banten sepanjang 2024 menjadi sorotan. Berdasarkan laporan keuangan, bank ini mencatatkan laba sebesar Rp.39,33 miliar, naik dari Rp.26,59 miliar pada tahun 2023. Peningkatan ini juga diiringi dengan pertumbuhan aset, dana pihak ketiga, dan penyaluran kredit.
“Hal ini menunjukkan tren positif dan mencerminkan kuatnya kepercayaan masyarakat serta mitra terhadap Bank Banten,” tegasnya.
Proses KUB Bersama Bank Jatim Hampir Selesai
Langkah strategis Bank Banten untuk memperkuat struktur permodalan terus berlanjut. Salah satunya adalah melalui proses Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jatim, yang kini telah mencapai sekitar 97%. Hal ini merupakan bentuk pemenuhan ketentuan POJK Nomor 11 Tahun 2016 mengenai modal inti minimum sebesar Rp.3 triliun untuk setiap bank umum.
Pengelolaan RKUD Masih Terbatas, Dukungan Daerah Diharapkan
Di sisi lain, hingga pertengahan 2025, baru Kabupaten Lebak dan Kota Serang yang mempercayakan pengelolaan RKUD kepada Bank Banten. Hoiruddin pun mengajak kepala daerah lainnya untuk ikut mendukung penguatan bank milik masyarakat Banten ini.
“Kalau bukan kita warga Banten yang membesarkan, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” serunya.
Menuju Perbaikan Kinerja
Sejak berdiri pada tahun 2016, Bank Banten sempat mengalami berbagai tantangan hingga tahun 2022. Namun dua tahun terakhir menunjukkan titik balik yang signifikan. Hoiruddin menggambarkan perjalanan Bank Banten layaknya anak kecil yang lahir dalam kondisi tidak normal, namun kini sudah mulai berjalan dan bahkan siap untuk berlari.
Ia menyebut keberhasilan membalik kondisi keuangan menjadi laba sebagai hasil dari kerja keras seluruh jajaran yang terus mendorong perbaikan tata kelola dan menjaga integritas.
Satu-satunya BPD Pasca Reformasi
Bank Banten merupakan satu-satunya Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang lahir setelah reformasi dan pemekaran provinsi. Saat ini, Indonesia memiliki 38 provinsi dan 27 BPD, termasuk Bank Banten yang terbentuk sebagai BUMD dari pemekaran Provinsi Banten.
“Sudah saatnya kita semua berbangga dan memiliki kepedulian untuk membangun dan membesarkan Bank Banten,” ujarnya.
Apalagi, berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri, rasio kemandirian daerah Provinsi Banten dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) telah mencapai lebih dari 75%. Dengan potensi tersebut, Bank Banten diyakini mampu tumbuh sejajar dengan BPD besar lainnya seperti Bank Jabar, Bank DKI, Bank Jatim, Bank Jateng, dan Bank Kaltim.
Dengan capaian dan arah yang semakin jelas, serta komitmen seluruh elemen di dalamnya, Bank Banten optimistis bisa berkembang menjadi bank yang sehat, mandiri, dan menjadi kebanggaan masyarakat Banten di kancah nasional.
Penulis : Mardiah