Damar Banten – Program perpustakaan keliling , yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Integrasi Praktek Profesi Lapangan (PPL) Desa Tegal Jeruk, di SDN Banjarsari 4 mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten hingga para siswa. Kegiatan ini dinilai membawa dampak positif terhadap peningkatan minat baca dan pengembangan karakter siswa sejak usia dini.
Apresiasi atas kegiatan literasi ini diungkap Budi Kurnia Utama, M.Pd pada wawancaranya Jum’at (1/8/25)
“Kita sangat terbantu dengan program ini, karena dapat meningkatkan literasi siswa-siswi ke arah yang lebih baik,” ujarnya
Budi juga berharap kegiatan ini terus dapat berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah yang minim akses. Ia juga berharap ke depannya ada dukungan lebih dari berbagai pihak agar fasilitas pendidikan, khususnya akses terhadap buku bacaan semakin merata.
“Kedepannya semoga kegiatan ini terus berlangsung, dan mungkin bisa kita yang datang ke perpustakaan daerahnya.” Ujar Budi
Pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten yang turut diundang dalam kegiatan ini juga menyampaikan apresiasi terhadap program yang diinisiasi mahasiswa.
“Kami sangat mengapresiasi apa kegiatan ini karena bisa meningkatkan minat baca para siswa yang khususnya itu dan tidak hanya mahasiswa siswa saja siswa sekolah tapi juga guru-guru juga ikut menikmati dengan datangnya perpustakaan keliling dan mobil pintar ini,” ujarnya.
Antusiasme Siswa
Dengan adanya kegiatan literasi berupa perpustakaan keliling dan juga penayangan film, para murid terlihat antusias dalam membaca buku di halaman sekolah.
Salah satu murid kelas 5, Yuliani menyatakan senang dengan kehadiran perpustakaan keliling di sekolahnya, dengan adanya penayangan film juga kegiatan ini sangat menarik dan seru untuk diikuti.
“Iya, pengen terus ada perpustakaan keliling kayak gini di sekolah, bisa baca buku bareng-bareng sama teman,” Ujar Yuliani.
Silfi, juga menyatakan hal yang sama, dengan adanya perpustakaan di sekolahnya, ia mengaku minat literasi nya sedikit menambah.
“Kami jarang ke perpustakaan, palingpun kelau ke perpustakaan di hari Selasa karena ada wajib literasi,” Ujarnya disusul bersama teman-teman lainnya.
Dengan berbagai tanggapan positif tersebut, diharapkan program perpustakaan keliling ini mampu menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan budaya literasi di kalangan siswa sekolah dasar, khususnya di wilayah yang masih minim akses terhadap bahan bacaan.
Penulis : Rifki dan Mardiah