By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Pelecehan Seksual di Sekolah Meningkat, KUKERTA UIN SMH Banten Gelar Seminar Sex Education
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
Seputar Banten

Pelecehan Seksual di Sekolah Meningkat, KUKERTA UIN SMH Banten Gelar Seminar Sex Education

Last updated: Agustus 10, 2025 10:44 am
6 bulan ago
Share
2 Min Read
SHARE

Damar Banten – Kasus pelecehan seksual di sekolah-sekolah Kota Serang semakin mengkhawatirkan. Menurut data Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Kota Serang, sepanjang semester pertama tahun 2023 sudah terjadi sekitar 35 kasus kekerasan seksual terhadap anak, sementara keseluruhan tahun 2022 mencatat 65 kasus menandakan peningkatan yang signifikan dalam waktu singkat.

Selain itu, hingga pertengahan tahun 2025, DP3AKB mencatat 40 laporan kasus kekerasan seksual kebanyakan dialami oleh perempuan dan anak-anak dengan pelaku yang mayoritas berasal dari lingkungan terdekat, termasuk ASN dan orang tua.

Menanggapi situasi ini, mahasiswa KUKERTA UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Kelompok 80 Kelurahan Walantaka menggelar seminar edukasi bertema “Sayangi Tubuhmu, Jaga Dirimu” di SDN 1 Walantaka, Sabtu (9/8/2025).

Ketua Kelompok KUKERTA 80, Zahwa Adienda Farsaych, menekankan perlunya edukasi sejak dini: “Kami ingin anak-anak paham cara menjaga diri, tahu bagian tubuh yang tidak boleh disentuh, dan berani berkata ‘tidak’ jika merasa tidak nyaman,” ujarnya.

Perwakilan Kelurahan Walantaka, Arif Rahman Hakim, S.Pd., M.Pd., turut memberi dukungan: “Edukasi seperti ini penting agar anak-anak lebih waspada dan mampu melindungi diri. Pencegahan harus dimulai sejak usia dini, dan kegiatan ini menjadi langkah yang tepat,” ujarnya.

Penyuluhan disampaikan oleh Siti Zahra Tussita dan Samitha dari Forum Anak Kabupaten Serang menggunakan metode dongeng untuk memudahkan pemahaman. Materi mencakup pengenalan area pribadi, tanda bahaya pada orang dewasa, dan keberanian menolak jika merasa terancam.

Acara ditutup dengan kuis interaktif berhadiah yang membangkitkan antusiasme siswa. Diharapkan kegiatan ini menjadi upaya konkret menguatkan kesadaran perlindungan diri sejak dini.

Penulis: Ayu Lestari

You Might Also Like

Gubernur Banten Targetkan Tindak Lanjut Rekomendasi Ombudsman Tuntas Sebulan
Gubernur Banten Resmikan Jalan Poros Tiga Desa di Sindangjaya
Encop Sofia Berbagi Kepedulian Lewat Santunan Anak Yatim di Tasyakuran SPPG
Gubernur Banten Resmikan Masjid Al-Istiqlaliyyah di Pasar Kemis
Investasi Banten 2025 Tembus Rp130,2 Triliun, Naik ke Peringkat 4 Nasional
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Gubernur Kukuhkan PPTI Banten, Dorong Kolaborasi Percepatan Eliminasi TBC

7 hari ago

Sekolah Gratis Jadi Strategi Tekan Putus Sekolah di Banten

1 minggu ago

Wagub Dimyati: Toleransi Fondasi Persatuan Bangsa

1 minggu ago

Pemprov Banten Raih Predikat AA Digitalisasi Arsip, Indeks Pelayanan Publik Naik ke A-

2 minggu ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?