By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Sidang Pleno TKPSDA Bahas Alokasi dan Ketahanan Air, Sejalan dengan Program Gubernur Banten
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
© 2026 Damar Banten.
Seputar Banten

Sidang Pleno TKPSDA Bahas Alokasi dan Ketahanan Air, Sejalan dengan Program Gubernur Banten

Last updated: September 18, 2025 12:27 pm
1 tahun ago
Share
2 Min Read
SHARE

Damar Banten – Sidang Pleno ke-3 TKPSDA Wilayah Sungai (WS) 3 Ci membahas Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) 2025 dan sosialisasi Indeks Ketahanan Air (IKtA) para Rabu, (17/09/25). Salah satu poin penting yang mengemuka adalah keterkaitan pengelolaan air dengan program pembangunan ketahanan pangan di Banten.

Ketua Bappeda Provinsi Banten sekaligus Ketua TKPSDA WS 3 Ci, Mahdani, menegaskan bahwa air bukan hanya soal kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi kunci bagi sektor pertanian dan industri. Ia mencontohkan, kebutuhan air di wilayah Serang Raya, Tangerang, hingga Cilegon harus dikelola hati-hati karena melibatkan masyarakat, petani, hingga industri besar.

“Pengalokasian air harus berbasis prioritas. Musim tanam petani harus dijaga, kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi, dan industri juga tidak boleh terabaikan. Karena itu proyek waduk di Lebak dan Sidangheula sangat penting untuk menopang ketahanan pangan dan distribusi air di Banten,” ujar Mahdani, saat diwawancarai di ruangannya.

Ia juga menekankan sinergi dengan program Gubernur Banten, Andra Soni yaitu Bangun Jalan Sejahtera. Menurutnya, pembangunan jalan usaha tani yang terintegrasi dengan irigasi akan mempermudah petani mengangkut hasil panen dan menekan ongkos produksi.

“Kalau sawah luas di Wanasalam atau Cikeusik hasilnya bagus, tapi ongkos angkutnya tinggi, petani rugi. Jalan usaha tani akan memperpendek jarak, memudahkan transportasi panen, dan mendukung pertahanan pangan. Jadi pengelolaan air dan pembangunan infrastruktur harus jalan bersama,” jelasnya.

Melalui sidang pleno 3 TKPSDA WS 3 Ci ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang tidak hanya menjamin ketersediaan air, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di Banten.

Penulis : Mardiah dan Ayu Lestari

Ratusan Pemotor Jelajahi Destinasi Wisata Banten dalam Tourism Riding HUT ke-26
Diikuti 32 Tim Pelajar, FIN Super League Futsal 2026 Jadi Ajang Pencarian Atlet Muda Banten
Tutup Workshop Antikorupsi, Wagub Dimyati Ingatkan Pejabat Jaga Integritas
Andra Soni dan Kepala Daerah se-Banten-Jabar Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
500 Tahun Kabupaten Serang, DPMPTSP Siapkan 500 NIB Gratis
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Bendera 500 Tahun Kabupaten Serang Dikibarkan di Puncak Gunung Prakasak

1 bulan ago

Wabup Serang Sebut IYF JSIT Banten Cetak Generasi Unggul

1 bulan ago

Anggota DPRD Kota Serang Khoeri Mubarok: PKBM Berperan Penting Buka Akses Pendidikan Masyarakat

1 bulan ago

PKBM Al-Aziziyah Gelar Pembinaan Kepemimpinan, Dorong Generasi Muda Siap Jadi Pemimpin

1 bulan ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?