Damar Banten – Materi Perempuan dalam Pandangan Islam dan Barat dipaparkan oleh Encop Sofia, perwakilan dari MD KAHMI Kota Serang sekaligus anggota DPRD Provinsi Banten Komisi III, dalam forum Penataran Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Serang, pada Sabtu (24/01/2026). Materi ini membahas perbandingan cara pandang Barat dan Islam dalam melihat posisi serta peran perempuan.
Encop Sofia menjelaskan bahwa dalam tradisi Barat, perjuangan perempuan dikenal melalui berbagai aliran feminisme yang lahir sebagai respons atas ketidakadilan terhadap perempuan. “Feminisme itu memiliki banyak aliran, tetapi pada dasarnya bermuara pada upaya pemberdayaan perempuan,” ujarnya.
Ia memaparkan tiga arus besar feminisme Barat, yakni feminisme liberal yang menuntut kesetaraan hak perempuan dalam bidang pendidikan, hukum, dan politik, feminisme radikal yang memandang patriarki sebagai akar utama penindasan perempuan, serta feminisme sosialis yang menyoroti penindasan perempuan akibat sistem kapitalisme dan pembagian kelas sosial.

Islam Memuliakan Perempuan
Dalam pemaparannya, Encop Sofia kemudian mengulas pandangan Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman utama umat Islam. Ia menegaskan bahwa Islam hadir membawa perubahan mendasar terhadap posisi perempuan.
“Pada masa jahiliah, perempuan dipandang rendah dan tidak memiliki nilai,” ujarnya.
Menurutnya, setelah masa tersebut, ayat-ayat Al-Qur’an diturunkan untuk menegaskan kemuliaan perempuan sebagai manusia yang memiliki harkat, martabat, serta hak-hak yang wajib dijaga dan dihormati. Islam, lanjutnya, tidak menempatkan perempuan sebagai makhluk kelas dua, melainkan sebagai subjek yang memiliki peran strategis dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan peradaban.
Penulis: Ayu Lestari

