Damar Banten – Pos Kesehatan Merah Putih yang diinisiasi oleh KESIRA resmi beroperasi pada Minggu, (15/02/2026) sebagai ruang pelayanan kesehatan dan deteksi dini penyakit masyarakat. Peresmian pos kesehatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Andra Soni, perwakilan DPRD, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan Kota Serang.
Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan bahwa Pos Kesehatan Merah Putih tidak dimaksudkan sebagai tempat pengobatan, melainkan sarana mendeteksi penyakit sejak dini di tengah aktivitas masyarakat.
“Keberadaan pos kesehatan masyarakat bukanlah tempat untuk mengobati penyakit, tapi tempat kita mendeteksi penyakit,” ujar Andra Soni.

Ia menjelaskan, pos kesehatan ini dibangun di pusat-pusat aktivitas warga dan bersifat modular atau tidak permanen, sehingga dapat dipindahkan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Pos kesehatan yang dibangun di beberapa Provinsi Banten itu didirikan di beberapa tempat yang menjadi pusat aktivitas daripada masyarakat. Dan sifatnya itu modular artinya bukan bangunan permanen tapi bangunan yang sewaktu-waktu bisa dipindahkan,” katanya.
Andra Soni menyoroti dua penyakit utama yang menjadi fokus pemeriksaan, yakni hipertensi dan diabetes, yang kerap menjadi pintu masuk berbagai komplikasi serius.
“Yang paling utama itu adalah hipertensi, darah tinggi Kedua diabetes. Dua penyakit ini adalah sumber dari penyakit yang ujungnya adalah komplikasi, cuci darah, serangan jantung, stroke, semua dari dua hal ini,” tegasnya.
Menurutnya, kedua penyakit tersebut sebenarnya dapat dikendalikan selama masyarakat mengetahui kondisinya dan disiplin menjalani pengobatan.
“Hipertensi, diabetes atau gula darah itu bisa ditangani, bisa dikendalikan asal kita tahu bahwa kita sedang menghadapi permasalahan tersebut,” lanjutnya.
Lebih jauh, Andra Soni menegaskan bahwa Pos Kesehatan Merah Putih adalah milik seluruh warga Kota Serang, tanpa sekat kelompok atau kepentingan politik.
“Pos kesehatan merah putih adalah milik seluruh warga Serang, bukan milik perorangan, bukan milik kelompok tertentu atau bukan hanya milik Gerindra, walaupun diinisiasi oleh teman-teman anggota dari Gerindra,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga menanggapi keresahan masyarakat terkait isu layanan BPJS Kesehatan.
“Yang menjadi masalah kita sekarang adalah masyarakat yang sakit ini mau ke rumah sakit takut, apalagi dengar BPJS-nya di stop,” ungkapnya.
Ia memastikan pelayanan BPJS di Provinsi Banten tetap berjalan.
“Saya ingin memastikan 3 bulan ke depan insya Allah di seluruh rumah sakit di Provinsi Banten warga yang selama ini dapat pelayanan BPJS silakan masih bisa mendapatkan pelayanan,” tegasnya.
Ia pun meminta camat dan lurah untuk melakukan pendataan ulang warga penerima manfaat agar bantuan tepat sasaran.
“Karena prinsip dari BPJS adalah gotong royong,” katanya.
Menutup sambutannya, Andra Soni mengajak masyarakat memanfaatkan Pos Kesehatan Merah Putih tanpa rasa khawatir.
Penulis : Mardiah

