Damar Banten – Bazar Ramadan di areal parkir Masjid Agung Ats-Tsaurah Kota Serang kembali digelar selama bulan suci Ramadan. Kegiatan ini terbuka bagi pedagang dari dalam maupun luar daerah.
Ketua DKM, H. Khaeroni, saat ditemui pada (20/02/2026), mengatakan sewa lapak di dalam area utama sebesar Rp1.600.000 untuk satu bulan.
“Biaya itu buat listrik, air, keamanan, kebersihan, sama tempat selama Ramadan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pedagang yang berjualan di area pinggir tanpa tenda dikenakan Rp400.000. Penataan lapak sudah diatur panitia agar tidak mengganggu akses jamaah yang hendak salat.
“Kalau di pinggiran beda lagi, empat ratus ribu. Yang penting jalur jamaah tetap aman,” katanya.
Menurutnya, bazar ini rutin digelar setiap tahun dan sudah mendapat izin dari pihak terkait.
“Ini kegiatan rutin. Soal izin enggak ada masalah,” ucapnya.

H. Khaeroni menegaskan, hasil sewa lapak digunakan untuk mendukung kegiatan ibadah selama Ramadan. Dana tersebut membantu pembiayaan imam tarawih, bilal, kultum, hingga buka bersama.
“Buat biaya imam tarawih, bilal, kultum, sama kegiatan Ramadan lainnya,” tuturnya.
Ia juga menekankan bazar bukan semata mencari keuntungan.
“Kita enggak melulu bicara bisnis. Ini juga supaya warga bisa cari nafkah halal,” katanya.

Panitia tidak menetapkan target omzet tertentu. Fokus utama adalah kelancaran ibadah dan ketertiban area parkir.
Salah satu pedagang, Ela, mengaku tidak keberatan membayar sewa Rp1.600.000 untuk satu bulan. Ia berjualan gorengan, buras, serta aneka seafood di area utama bazar.
“Alhamdulillah enggak keberatan. Yang penting bisa jualan lancar selama Ramadan,” ujarnya.
Menurut Ela, suasana bazar di lingkungan masjid membuat dagangannya lebih mudah dikenal pembeli, terutama saat menjelang waktu berbuka.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Ratu, mengaku senang dengan adanya bazar Ramadan di lingkungan masjid.
“Semoga dagangannya lebih variatif lagi. Cocok buat saya yang enggak sempat masak,” ujarnya.
Ia memilih berbelanja di bazar karena suasananya ramai dan pilihan makanan cukup banyak.
“Lebih rame dan banyak pilihan. Harganya juga enggak terlalu murah, tapi enggak mahal juga,” katanya.
Penulis: Ayu Lestari

