Damar Banten – Lebih dari 2.000 warga memadati Gladi Bersih Festival Ciomas Ngabring 2026 di Jalan Ciomas–Mandalawangi hingga Lapangan Desa Citaman, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Jumat (26/06/2026). Kegiatan dimeriahkan Tari Silat Kolosal dan penerbangan puluhan lampion sebagai bagian dari persiapan festival yang akan digelar pada Juli mendatang.
Camat Ciomas Ugun Gurmilang mengatakan antusiasme masyarakat menjadi bukti semangat warga untuk bangkit dan bersatu membangun Kecamatan Ciomas. “Alhamdulillah, kita lihat sendiri rangkaian kegiatannya luar biasa. Antusias masyarakat sangat tinggi karena ingin bangkit, bersatu, dan maju,” katanya.
Menurut Ugun, Festival Ciomas Ngabring juga menjadi ajang mempererat silaturahmi masyarakat dari 11 desa di Kecamatan Ciomas. “Melalui festival ini kita ingin menyatukan seluruh masyarakat Ciomas. Kita tunjukkan bahwa kita adalah satu keluarga besar Ciomas,” ujarnya.
Libatkan Ribuan Warga
Ugun menjelaskan rangkaian Festival Ciomas Ngabring 2026 akan dimulai pada 18 Juli dengan penebaran benih ikan, Tari Silat Kolosal atau Ngabring, serta pelepasan sekitar 150 balon udara. Keesokan harinya akan dilanjutkan penerbangan sekitar 6.000 lampion dan makan karedok bersama sebanyak 6.000 porsi.
Ia menambahkan, Tari Silat Kolosal ditargetkan diikuti sekitar 3.500 peserta dari berbagai kalangan. Sementara pada gladi bersih kali ini, lebih dari 2.000 warga telah berpartisipasi.
“Kalau melihat antusias masyarakat selama sosialisasi hampir dua bulan terakhir, saya optimistis peserta dan pengunjung saat pelaksanaan nanti bisa lebih dari 5.000 orang,” ucapnya.
Ketua Panitia Festival Ciomas Ngabring 2026 Uus Saipudin mengatakan festival tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak 2023, namun baru dapat direalisasikan tahun ini berkat dukungan masyarakat dan para pemuda Ciomas.
“Saya sendiri tidak menyangka antusias masyarakat sebesar ini. Awalnya kami memperkirakan hanya 500 sampai 700 orang yang hadir saat gladi bersih, ternyata jumlahnya lebih dari 2.000 warga,” katanya.
Uus menyebutkan penyelenggaraan Festival Ciomas Ngabring 2026 menghabiskan anggaran sekitar Rp1,8 miliar yang seluruhnya berasal dari swadaya masyarakat, salah satunya melalui penjualan kaos.
“Semua berasal dari swadaya masyarakat. Bahkan banyak petani yang membeli lima sampai sepuluh kaos sebagai bentuk dukungan agar Kecamatan Ciomas bisa bangkit kembali,” tandasnya.
Festival Ciomas Ngabring 2026 diharapkan menjadi agenda budaya tahunan yang mampu memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi seni, budaya, dan pariwisata Kecamatan Ciomas kepada masyarakat luas.
Penulis: Ayu Lestari

