By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Festival Budaya Tanara Bangkitkan Wisata Religi
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
Lintas Banten

Festival Budaya Tanara Bangkitkan Wisata Religi

Last updated: Agustus 4, 2023 6:07 am
3 tahun ago
Share
4 Min Read
SHARE

Damar Banten – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang terus berkolaborasi dengan Universitas Gajah Mada (UGM) untuk membangkitkan wisata religi di tanah kelahiran ulama besar Syeikh Nawawi Albantani, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang. Salah satunya, untuk kedua kali menggelar Festival Budaya Tanara yang menampilkan berbagai atraksi kebudayaan khas Kabupaten Serang.

“Program kerjasama Pemda Serang dengan UGM ini berjalan tahun kedua. Kami bersama menyiapkan dan membangkitkan wisata religi. Diperlukan keterlibatan masyarakat, maka digelar kegiatan festival,” kata Tatu kepada wartawan, Kamis (3/8/2023).

Berbagai lomba dan atraksi digelar dalam kegiatan ini. Antara lain lomba jurus Silat Kaserangan dan Tari Ringkang Jawari, yang menjadi khas Kabupaten Serang. Jurus Silat Kaserangan diciptakan 13 sesepuh pendekar dari 12 aliran silat yang ada di Kabupaten Serang. Sementara Tari Ringkang Jawari merupakan simbolisasi perjuangan jawara Banten dari kalangan perempuan atau Jawari. Keduanya digagas langsung Ratu Tatu selaku Bupati Serang.

Kemudian ada juga lomba kaligrafi dan videografi budaya Islam. “Dalam menyiapkan kawasan wisata religi, butuh keterlibatan masyarakat. Sebab untuk membangun fisik itu mudah, ada anggaran. Namun untuk kesadaran masyarakat, terutama menciptakan sapta pesona daerah wisata, kawasan yang bersih, ini butuh terus diperkuat bersama,” ujarnya.

Menurut Tatu, Pemkab Serang bersama UGM telah membuat grand design Wisata Religi Tanara, termasuk menyusun target-target yang harus dicapai. Dalam hal ini, UGM melibatkan mahasiswa yang tengah melakukan kuliah kerja nyata (KKN).

“Banyak hal yang harus dipersiapkan. Misalnya tentang kebersihan, kuliner, dan semua ada proses pembinaan yang sudah dilakukan teman-teman mahasiswa UGM,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Kecamatan Tanara merupakan daerah kelahiran Syeikh Nawawi Albantani (Lahir sekitar tahun 1230 H/1813 M dan wafat di Mekkah sekitar tahun 1314 H/1897 M). Syeikh Nawawi merupakan ulama bertaraf internasional dan pernah menjadi imam Masjidil Haram. Ia adalah seorang ulama dan intelektual yang sangat produktif menulis kitab, jumlah karyanya tidak kurang dari 115 kitab yang meliputi bidang ilmu fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir, dan hadist.

Pemkab Serang berencana membangun Pusat Kajian Kitab Kuning, yang fokus pada karya intelektual Syeikh Nawawi Albantani.

“Kita ingin, jika bicara kitab kuning, di mana pun rujukannya ke Kabupaten Serang. Namun rencana kami harus diperkuat oleh semangat masyarakat juga,” ujarnya.

Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan, Profesor Wening Udasmoro mengatakan, pihaknya siap mengaplikasikan berbagai keilmuan dan teknologi tepat guna yang dimiliki civitas akademika UGM untuk masyarakat.

“Semua bergerak bersama. Setiap masyarakat berbeda persoalannya berbeda pandangannya, jadi mahasiswa KKN turun ke setiap daerah termasuk Kabupaten Serang,” ujarnya.

Ia mengapresiasi seni budaya Kabupaten Serang terutama Silat Kaserangan. “Pencak silat, debus dan sebagainya, itu memang sudah selayaknya untuk diangkat tidak hanya di tingkat lokal dan nasional tetap juga internasional. Itu akan mendukung ke depannya wisata religi yang sedang di gagas oleh Bupati Serang dan jajaran,” ujar pengurus IPSI bidang kelembagaan ini.

Wiyonarko, Ketua Tim Kerja Wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan, dalam mengembangkan wisata religi, masyarakatnya harus bangkit dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) bergerak. “Apalagi setiap tahun ada haul Syeikh Nawawi Al-Bantani, itu sangat bagus untuk pengembangan wisata religi di Tanara. Semua harus saling mendukung, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Penulis : Hamidah

You Might Also Like

Gubernur Banten Andra Soni Raih Penghargaan Kepala Daerah Peduli Pendidikan
Bupati Serang Dorong 5 Program Prioritas Pendidikan
FKUB Kabupaten Serang Dilantik, Bupati Tekankan Jaga Kerukunan
Beasiswa Cilegon Juare 2026 Diperluas, Kuota Bertambah
Pemkab Tangerang Komitmen Perluas Jangkauan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Wabup Tangerang Buka Seleksi Paskibraka 2026, Tekankan Disiplin dan Karakter Generasi Muda

3 minggu ago

Wabup Tangerang Tekankan Disiplin ASN dan Peningkatan Pelayanan Publik

3 minggu ago

Arus Mudik Malam di Pelabuhan Ciwandan Ramai, Pemudik Pilih Menyeberang Usai Berbuka

1 bulan ago

Pemudik Laka Tunggal, PMI Cilegon Sigap Beri Pertolongan

1 bulan ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?