By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Defisit APBN Dijaga di Bawah 3 Persen, Antisipasi Lonjakan Harga Energi
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
Utama

Defisit APBN Dijaga di Bawah 3 Persen, Antisipasi Lonjakan Harga Energi

Last updated: Maret 20, 2026 11:22 pm
4 jam ago
Share
2 Min Read
SHARE

Damar Banten – Ditengah dinamika global, Pemerintah memperkuat komitmennya menjaga defisit APBN tetap di bawah 3 persen, termasuk tekanan kenaikan harga energi. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (19/03/2026).

Menko Airlangga mengatakan, langkah tersebut dilakukan melalui efisiensi belanja kementerian dan lembaga sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Dengan efisiensi berbagai K/L, defisit 3 persen bisa dijaga,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah menyiapkan langkah antisipatif, seperti peningkatan produksi batu bara dan kajian penyesuaian pajak ekspor untuk mendongkrak penerimaan negara.

“Bapak Presiden juga meminta agar volume daripada produksi batu bara bisa ditingkatkan. Artinya akan ada perbaikan terkait dengan RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya),” jelas Airlangga sebagaimana dilansir laman setkab.go.id.

Di sektor energi, pemerintah mendorong percepatan konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke tenaga surya (PLTS) guna menekan biaya di tengah tingginya harga minyak.

Pemerintah juga mengkaji skema work from home (WFH) satu hari dalam lima hari kerja yang tidak hanya berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga diharapkan dapat diadopsi oleh sektor swasta dan pemerintah daerah untuk menekan konsumsi bahan bakar hingga 20 persen dari konsumsi normal melalui pengurangan mobilitas.

Penulis : Mardiah

You Might Also Like

Puncak Mudik 2026, Terjadi pada H-3 Lebaran
Ini Dua Alasan Penetapan 1 Syawal 1447 H Jatuh 21 Maret 2026
AMUK Banten Bagikan Bingkisan Lebaran untuk Tahanan Aksi Agustus di Serang
Wamenhub Suntana Tinjau Pelabuhan Ciwandan, Pastikan Arus Mudik Lancar
Menhub Dudy Pastikan Harga Tiket Pesawat Lebaran Didiskon hingga 20 %
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Serunya Mudik Gratis Member Alfamidi, 1.250 Pemudik Pulang Kampung dengan Bus, Mobil dan Pesawat

3 hari ago

Survei LPPM USBR: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Andra Soni Tembus 80,9%

4 hari ago

Kemenhut Amankan Jalur Mudik Sumatera dari Karhutla

4 hari ago

Menhub Tinjau Jalur Mudik Jabar, Volume Kendaraan Naik 14 Persen

4 hari ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?