Damar Banten – Perjalanan Melisa menuju prestasi di dunia penyiaran bukanlah jalan yang mudah. Mahasiswi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten ini tumbuh dari keluarga sederhana dan terbiasa membantu ibunya berjualan keripik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari kehidupan yang apa adanya itu, mimpi Melisa untuk berkecimpung di dunia jurnalistik perlahan tumbuh dan diperjuangkan.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil. Melisa berhasil meraih Juara 3 News Anchor kategori mahasiswa se-Provinsi Banten dalam Grand Final News Anchor Student Competition yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cilegon bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), sebagai puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Grand final berlangsung meriah di Aula Gedung DPRD Kota Cilegon pada Jumat, 27 Februari 2026. Kompetisi ini menjadi ajang unjuk kemampuan para pelajar dan mahasiswa dalam bidang penyiaran berita.

Pada tahap penyisihan, tercatat sebanyak 30 peserta tingkat SMP dan 11 peserta dari kalangan mahasiswa mengikuti kompetisi tersebut. Para peserta lebih dulu mengirimkan video pembacaan berita secara daring. Dari proses seleksi tersebut, panitia kemudian memilih finalis terbaik untuk melaju ke babak grand final secara luring.
Dalam grand final, para peserta menunjukkan antusiasme dan kemampuan yang membanggakan. Penilaian mencakup teknik membaca berita, intonasi, artikulasi, hingga penguasaan materi. Dewan juri yang terdiri sekretaris PWI Provinsi Banten; Fahdi Khalid, Wakil Walikota Cilegon; Fajar Hadi Prabowo, dan Kepala Dinas pendidikan Kota Cilegon; Heni Anita Susila. akhirnya menetapkan tiga juara terbaik di masing-masing kategori.
Melisa pun berhasil menembus tiga besar kategori mahasiswa. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri, mengingat ia harus membagi waktu antara kuliah, membantu keluarga, dan mengembangkan kemampuan diri di bidang broadcasting.
Minat Melisa pada dunia penyiaran telah tumbuh sejak lama. Ia bercita-cita menjadi pembawa berita atau reporter. Untuk mewujudkan hal tersebut, Melisa aktif mengikuti komunitas Banten TV Kreatif, belajar dunia siaran di RRI Banten, serta mengasah kemampuan secara mandiri melalui berbagai platform media sosial seperti YouTube, Instagram, dan TikTok.
Selain aktif di bidang akademik dan broadcasting, Melisa juga tercatat aktif dalam organisasi eksternal kampus. Ia pernah bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) serta Pelajar Islam Indonesia (PII). Bahkan, Melisa pernah dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua PII Wati Provinsi Banten, yang semakin mengasah kemampuan kepemimpinan dan komunikasi publiknya.
Di sisi lain, Melisa juga dikenal aktif secara sosial dan keagamaan. Melisa mengabdikan diri sebagai guru ngaji di RTQ El Alif, membimbing anak-anak belajar membaca Al-Qur’an. Selain itu, Ia juga merupakan penerima Beasiswa Bank Indonesia Provinsi Banten, yang membantunya terus melanjutkan pendidikan tinggi.

Pengurus RTQ El Alif, Sayyidah, menyebut Melisa sebagai sosok perempuan sederhana yang penuh semangat dan kegigihan.
“Melisa itu sosok perempuan yang sederhana, tapi selalu gigih menjalani kehidupannya. Dia orang yang tidak pernah ragu mencoba hal baru,” ujarnya.
Sayyidah juga mengaku bangga dengan pencapaian Melisa. “Saya pernah dengar dia bilang ingin punya piala. Alhamdulillah, sekarang dia benar-benar mendapatkannya dengan meraih juara tiga lomba news anchor. Sebagai teman dekatnya, saya merasa sangat bangga,” tambahnya.
Grand Final News Anchor Student Competition dalam rangkaian HPN 2026 ini menjadi bukti nyata sinergi antara media dan dunia pendidikan dalam melahirkan talenta muda yang siap menjadi wajah masa depan komunikasi publik, khususnya di Kota Cilegon dan Provinsi Banten. Bagi Melisa, capaian ini bukan akhir perjalanan, melainkan langkah awal untuk terus melangkah lebih jauh di dunia jurnalistik dan penyiaran.
Penulis : Mardiah

