By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Mengenal Makna Waisak
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
opini

Mengenal Makna Waisak

Last updated: Mei 12, 2025 6:11 pm
8 bulan ago
Share
2 Min Read
Sumber Foto : Merdeka .com
SHARE

Hari ini , 12 Mei 2025, umat Budha merayakan Hari Raya Waisak, atau dikenal juga dengan sebutan Tri Suci Waisak.  Banyak kegiatan digelar, antara lain mengunjungi makam leluhur,  bhakti sosial, dan ibadah Puja pada malam purnama Waisak.

Barangkali ada yang bertanya, apa makna Waisak dan mengapa disebut juga dengan Tri Suci Waisak?

Sebagaimana dilansir laman  Kementerian Agama,
kata Waisak berasal dari dua bahasa, yaitu Vaisakha (Sansekerta) dan Vesakha (Pali) yang berarti nama bulan dalam kalender Buddhis. Pada kalender Masehi, Waisak umumnya jatuh pada akhir April, Mei, atau awal Juni.

Kalangan umat Buddha menyebut Waisak sebagai Hari Raya Trisuci Waisak, karena untuk memperingati tiga peristiwa penting, yaitu: (1) Kelahiran Bodhisattva (calon Buddha) Siddharta Gautama di Taman Lumbini pada tahun 623 SM; (2) Petapa Gotama mencapai Penerangan Sempurna di Bodh pada tahun 588 SM; dan (3) Wafatnya Buddha Gotama (Maha Parinibbana) di Kusinara.

Menyongsong Waisak, umat Buddha sering mengadakan kegiatan bersih vihara, ziarah ke makam leluhur, bersih makam pahlawan, pwntaa awni dan aneka lomba.  Lalu,  Pada saat Hari Waisak, umat Buddha melaksanakan puja pada detik-detik bulan purnama.

Kisah hidup Buddha Gautama mengajarkan kita perlunya perjuangan. Umat Buddha yang menyambut Waisak dengan penuh kesadaran dan meneladani sifat-sifat luhur Buddha mampu memaknai arti Waisak yang sesungguhnya. Penghormatan atau puja tertinggi pada Buddha adalah dengan melaksanakan Dharma kebajikan dalam berbagai segi kehidupan, baik kehidupan sehari-hari, beragama, berbangsa dan bernegara.

Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak.

Penulis: Ivan

You Might Also Like

Encop Sopia: Dapur MBG Banyak Membantu Masyarakat
Pembangunan Pandeglang: Antara Pertumbuhan dan Keadilan Sosial
Ekonomi Pandeglang: Potensi Besar, Kesejahteraan Masih Tertinggal
Teori sosial barat dan perubahan budaya masyarakat banten
Rasionalitas Pilihan Ekonomi Masyarakat Kota Serang di Tengah Perubahan Sosial: Perspektif Adam Smith
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Kebaikan Bersama dalam Pilihan Ekonomi Masyarakat Kota Serang: Perspektif Aristoteles

2 minggu ago

Dampak media sosial terhadap pola pikir generasi muda

2 minggu ago

Potensi Pariwisata dan Tantangan Pembangunan, Menata Ulang Strategi Pembangunan Berkelanjutan di Pandeglang

2 minggu ago

Menghirup Racun di Kota Global: Polusi Jakarta dan Ironi Pembangunan yang Membunuh

2 minggu ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?