By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Perempuan Harus Setara, Cerdas, dan Berani Bicara
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
Seputar Banten

Perempuan Harus Setara, Cerdas, dan Berani Bicara

Last updated: September 27, 2025 1:58 pm
4 bulan ago
Share
2 Min Read
SHARE

Damar Banten – Dalam seminar “Kontribusi Perempuan dalam Politik dan Kebijakan Publik Menuju Banten Emas” yang digelar BKOW Banten, Sabtu (27/9/2025), para akademisi menyoroti pentingnya kesetaraan dan keberanian perempuan di ruang publik.

Pakar demokrasi Dra. Chusnul Mar’iyah, M.Sc., Ph.D. menegaskan bahwa perempuan sejajar dengan laki-laki dalam ranah publik. Ayat Ar-rijālu qawwāmūna ‘alan-nisā menurutnya bukan bentuk penindasan, tetapi tanggung jawab.

“Di ranah publik, kita setara. Yang bisa memperjuangkan hak-hak kita ya perempuan sendiri, lewat jalur politik,” ujarnya.

Chusnul menilai, keterlibatan perempuan bukan sekadar kuota, tapi bagian dari demokrasi yang berkeadilan. “Kalau perempuan ikut membuat kebijakan, hasilnya pasti lebih berpihak pada keluarga dan masyarakat,” tambahnya.

Korban, Tapi Juga Pelaku

Sementara Dr. Iin Ratna Sumirat, dosen UIN SMH Banten, menyoroti kompleksitas peran perempuan di masyarakat. Ia menyebut, perempuan bisa jadi korban, tapi juga pelaku.

“Dendam perempuan itu kuat, memorinya panjang. Apa yang diingat bisa disimpan sampai puluhan tahun,” ujarnya.

Iin menegaskan pentingnya perempuan cerdas, berani, dan bahagia agar tidak mudah menjadi korban kekerasan, baik fisik maupun verbal. Ia juga mengingatkan agar perempuan saling mendukung di ruang kepemimpinan.

“Kadang perempuan sendiri yang nggak mau maju atau mendukung. Padahal kalau bukan kita, siapa lagi?” tuturnya.

Menurutnya, masih minim ruang pelaporan pelecehan di Banten. Padahal, tidak ada satu pun agama yang menempatkan perempuan di posisi rendah.

“Perempuan itu harus hadir, berani bicara, dan ikut menentukan arah kebijakan. Karena suara perempuan adalah kekuatan perubahan,” pungkasnya.

Seminar ini menjadi ruang refleksi bagi perempuan Banten untuk lebih percaya diri, solid, dan aktif dalam pembangunan menuju Banten Emas yang inklusif dan berkeadilan.

Penulis: Ayu Lestari

You Might Also Like

Pemprov Banten Matangkan Skema Sekolah Gratis untuk MA Swasta
Kolaborasi Pemkab Serang dan DPRD Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir
Mengolah Sampah Jadi Produk Serbaguna
Pemkab Serang Salurkan 62 Ton Beras untuk 6.262 KK Terdampak Bencana
Encop Sofia: Antara Feminisme dan Nilai Qur’ani
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Perempuan Tidak Harus Sempurna di Tengah Hegemoni Budaya dan Media

1 minggu ago

Karang Taruna Cilegon Soroti Minimnya Serapan Tenaga Kerja Lokal di Industri

2 minggu ago

Gubernur Banten Targetkan Tindak Lanjut Rekomendasi Ombudsman Tuntas Sebulan

2 minggu ago

Gubernur Banten Resmikan Jalan Poros Tiga Desa di Sindangjaya

2 minggu ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?