Damar Banten – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengajak atlet catur membangun kesabaran dan strategi menjelang Ramadan. Pesan itu disampaikannya saat silaturahmi dan turnamen yang digelar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) di Yastu Kadumerak, Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang (15/2/2026).
Ia menilai catur bukan sekadar permainan. Olahraga itu melatih ketenangan dan ketepatan dalam mengambil langkah.
“Kalau salah langkah bisa kalah, jadi harus hati-hati,” ujarnya.
Menurutnya, filosofi catur relevan dengan Ramadan. Setiap keputusan perlu perhitungan dan pengendalian diri.
“Semua harus sabar dan terukur,” ujarnya.
Regenerasi dan Semangat Atlet
Dimyati juga menyinggung makna regenerasi dalam catur. Pion yang kecil bisa naik derajat bila sampai ke ujung papan.
“Jangan merasa kecil, semua bisa naik tingkat,” ujarnya.
Ia mengapresiasi turnamen yang dikemas sebagai ajang silaturahmi. Kegiatan itu dinilai menjadi ngabuburit produktif yang memadukan olahraga dan nilai spiritual.
Ketua Percasi Pandeglang, Emus Mustagfirin, mengatakan turnamen diikuti 50 atlet dengan sistem Swiss. Pemenang peringkat 1 sampai 20 mendapat uang pembinaan.
“Kami rutin gelar ini jelang Ramadan biar semangat atlet terjaga,” ujarnya.
Pandeglang juga memiliki Grand Master, Muhammad Reza, yang tampil dalam pertandingan simultan melawan 13 pecatur. Kehadirannya memberi motivasi bagi atlet muda.
“Ini kebanggaan buat kami, atlet bisa belajar langsung,” ujarnya.
Atlet catur Pandeglang mulai menunjukkan prestasi di tingkat nasional. Dalam turnamen terbuka di Jakarta, salah satu atlet menembus 20 besar.
“Insyaallah kami optimistis lahirkan pecatur berprestasi lagi,” ujarnya.
Penulis: Ayu Lestari

