DAMAR BANTEN – Ketiadaan fasilitas ibadah selama lebih dari tujuh tahun tidak menyurutkan semangat spiritual warga Perumahan Bukit Cinangka Indah, Kecamatan Cinangka. Memasuki bulan suci Ramadhan 2026, warga setempat terpaksa menggelar shalat tarawih berjamaah di area terbuka akibat belum tersedianya bangunan musholla permanen.
Pantauan di lapangan menunjukkan warga tetap antusias memadati lahan kosong yang sejatinya merupakan area fasilitas umum (fasum) milik pengembang. Meski tanpa atap dan dinding, kekompakan warga dalam menjalankan ibadah justru semakin erat di tengah keterbatasan.

Salah seorang warga, Jaenal, menjelaskan bahwa lokasi yang mereka gunakan saat ini adalah tanah milik pengembang perumahan yang hingga kini belum dimanfaatkan untuk pembangunan fisik.
“Posisi sholat di tanah milik pengembang yang belum dibangun,” ujar Jaenal saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).

Kondisi ini memicu keprihatinan sekaligus harapan besar dari para penghuni. Warga mendesak pihak pengembang maupun instansi terkait untuk segera merealisasikan pembangunan fasilitas rumah ibadah yang telah menjadi hak warga selama bertahun-tahun.
Keberadaan musholla dinilai sangat krusial, bukan hanya sebagai sarana ibadah di bulan Ramadhan, melainkan juga sebagai pusat interaksi sosial dan pendidikan agama bagi anak-anak di lingkungan perumahan tersebut pada hari-hari biasa.
Hingga berita ini diturunkan, warga tetap berkomitmen melanjutkan aktivitas keagamaan di lahan terbuka tersebut sebagai bentuk keteguhan iman dan kebersamaan, sembari menantikan kejelasan janji pembangunan dari pihak terkait.
Penulis :Eduardus

