Damar Banten – Forum Penataran KOHATI HMI MPO Cabang Serang mengangkat materi Perempuan dalam Lingkungan Hegemoni Budaya dan Media yang disampaikan oleh Titin Perihatini, Sabtu (24/01/2026). Materi ini menyoroti tekanan budaya dan media yang kerap membentuk standar tidak realistis bagi perempuan.
Dalam pemaparannya, Titin menegaskan bahwa perempuan tidak dituntut untuk menjadi sempurna. Perempuan perlu menjadi sosok yang berharga dan mampu menghargai diri sendiri agar tidak mudah terpengaruh oleh hegemoni budaya dan media. “Perempuan cukup jadi dirinya, tapi sadar nilai dirinya,” ujarnya.

Hegemoni budaya dan media berdampak besar terhadap kondisi sosial dan mental perempuan. Standar kecantikan, peran sosial, hingga ekspektasi perilaku sering membuat perempuan merasa tertekan dan tidak cukup baik di ruang sosial.
Titin juga menjelaskan pemahaman tentang kodrat perempuan yang kerap disalahartikan. Ia menegaskan bahwa kodrat perempuan hanya mencakup menstruasi, hamil, dan melahirkan. “Selain itu bukan kodrat, tapi konstruksi sosial,” ujarnya.
Di akhir materi, pemateri berpesan agar perempuan mampu merawat dan menjaga apa yang dimilikinya, baik fisik, mental, maupun nilai diri. Menurutnya, kesadaran ini penting agar perempuan tidak larut dalam hegemoni budaya dan media yang menekan.
Penulis: Ayu Lestari

