By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Perempuan Tidak Harus Sempurna di Tengah Hegemoni Budaya dan Media
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
Seputar Banten

Perempuan Tidak Harus Sempurna di Tengah Hegemoni Budaya dan Media

Last updated: Januari 24, 2026 11:34 am
7 bulan ago
Share
1 Min Read
SHARE

Damar Banten – Forum Penataran KOHATI HMI MPO Cabang Serang mengangkat materi Perempuan dalam Lingkungan Hegemoni Budaya dan Media yang disampaikan oleh Titin Perihatini, Sabtu (24/01/2026). Materi ini menyoroti tekanan budaya dan media yang kerap membentuk standar tidak realistis bagi perempuan.


Dalam pemaparannya, Titin menegaskan bahwa perempuan tidak dituntut untuk menjadi sempurna. Perempuan perlu menjadi sosok yang berharga dan mampu menghargai diri sendiri agar tidak mudah terpengaruh oleh hegemoni budaya dan media. “Perempuan cukup jadi dirinya, tapi sadar nilai dirinya,” ujarnya.

Hegemoni budaya dan media berdampak besar terhadap kondisi sosial dan mental perempuan. Standar kecantikan, peran sosial, hingga ekspektasi perilaku sering membuat perempuan merasa tertekan dan tidak cukup baik di ruang sosial.

Titin juga menjelaskan pemahaman tentang kodrat perempuan yang kerap disalahartikan. Ia menegaskan bahwa kodrat perempuan hanya mencakup menstruasi, hamil, dan melahirkan. “Selain itu bukan kodrat, tapi konstruksi sosial,” ujarnya.

Di akhir materi, pemateri berpesan agar perempuan mampu merawat dan menjaga apa yang dimilikinya, baik fisik, mental, maupun nilai diri. Menurutnya, kesadaran ini penting agar perempuan tidak larut dalam hegemoni budaya dan media yang menekan.

Penulis: Ayu Lestari

You Might Also Like

Syahriyah-an MWC NU Cipocok Jaya, Encop Sopia Dorong Sinergi Ulama dan Umara
Camat Cipocok Jaya: Imbau Masyarakat Jauhi Miras
RSDP Tambah 10 Mesin HD, Bupati Serang Imbau Warga Jaga Pola Makan
Akreditasi UDD PMI Kota Cilegon, Perkuat Mutu dan Kepercayaan Masyarakat
HUT ke-81 RI di Batukuwung, Warga hingga Relawan Jepang Larut dalam Pesta Rakyat
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Pawai Budaya HUT Kota Serang, Budi Rustandi Bidik Budaya Lokal Go Internasional

1 minggu ago

Semarak HUT ke-81 RI di Gerindra Banten, 1.000 Warga Disuguhi Lomba hingga Doorprize

1 minggu ago

CDC Gelar Dialog dan Deklarasi soal LGBT di Kabupaten Serang

2 minggu ago

KKN 18 Bantu Pelaksanaan Posyandu di Kampung Wakapsari

2 minggu ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?