Damar Banten — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan strategis, salah satunya Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang digelar di Hotel Aston Serang, Sabtu (7/2/2026).
Ketua Umum PWI, Akhmad Munir, dalam sambutannya menegaskan bahwa Konkernas merupakan forum strategis dan bersejarah karena menjadi tempat pengambilan keputusan penting yang akan menentukan arah pengelolaan organisasi ke depan.
“Forum ini sangat penting dan strategis. Di sinilah ketetapan dan perubahan kita putuskan bersama, yang akan menentukan bagaimana organisasi PWI dikelola dan dibawa ke masa depan,” ujar Akhmad Munir.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Konkernas merupakan amanat Kongres PWI 2025, sekaligus mandat kepada kepengurusan baru untuk menyempurnakan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT). Menurutnya, seluruh keputusan Konkernas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari hasil Kongres.
Akhmad Munir menilai, Konkernas kali ini memiliki arti penting dalam menjawab dinamika dan persoalan internal organisasi yang sempat terjadi. Ia menekankan perlunya perubahan regulasi dan pola pikir (mindset) agar PWI dapat bertahan, tumbuh, dan semakin besar sebagai organisasi profesi.
“Jika organisasi mudah bertengkar dan terpecah, maka yang harus dibenahi adalah aturan dan cara kita mengelola organisasi. Sumber persoalan kemarin adalah tidak adanya keputusan yang dianggap benar dan mengikat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta Konkernas untuk mengesampingkan ego dan kepentingan sesaat, serta lebih mengedepankan kepentingan organisasi secara kolektif demi mewujudkan PWI yang sehat, solid, dan berwibawa.

“Kedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Dengan regulasi yang jelas dan mindset yang sama, saya yakin PWI akan semakin kuat dan profesional ke depan,” pungkasnya.
Konferensi Kerja Nasional PWI dalam rangka HPN 2026 ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi nasional, memperkuat tata kelola organisasi, serta memastikan PWI tetap solid dan relevan dalam menghadapi tantangan dunia pers dan demokrasi di masa mendatang.
Penulis : Owi

