By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Wamenkeu Juda: Realisasi Pembiayaan APBN Capai 23,5 Persen per Februari 2026
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
Utama

Wamenkeu Juda: Realisasi Pembiayaan APBN Capai 23,5 Persen per Februari 2026

Last updated: Maret 11, 2026 10:23 pm
7 bulan ago
2 Min Read

Damar Banten – Realisasi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 masih berada pada jalur yang terkendali. Pemerintah memastikan strategi pembiayaan dilakukan secara hati-hati guna menjaga stabilitas fiskal di tengah dinamika pasar global.

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung mengatakan
“Strategi pembiayaan dilakukan secara antisipatif, yaitu untuk memastikan ketersediaan kas tetap memadai, sekaligus menjaga fleksibilitas pembiayaan untuk merespons dinamika pasar yang sedang terjadi,” ujar Juda dalam Konferensi Pers APBN Kita di Jakarta, pada Rabu (11/03/2026)

Realisasi Pembiayaan APBN

Hingga 28 Februari 2026, realisasi pembiayaan anggaran tercatat sebesar Rp.164,2 triliun atau sekitar 23,5 persen dari target APBN. Jumlah tersebut terdiri dari pembiayaan utang sebesar Rp.185,3 triliun dan pembiayaan non-utang negatif Rp.21,1 triliun.

Minat Investor SBN Tetap Kuat

Pembiayaan utang masih didominasi dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) yang menunjukkan minat investor tetap kuat. Hal itu terlihat dari bid to cover ratio Surat Utang Negara (SUN) yang berada di atas dua kali, sementara Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) mencapai 3,1 kali.

“Ini juga menunjukkan bahwa minat dan kepercayaan investor terhadap fundamental perekonomian kita masih terjaga di tengah dinamika pasar keuangan global yang sangat penuh dengan ketidakpastian,” jelas Juda.

Minat investor asing terhadap SBN juga masih solid, dengan bid to cover ratio SUN sebesar 2,4 kali dan SBSN 2,8 kali. Pemerintah juga menerbitkan obligasi global pada Februari lalu dalam dua mata uang, yakni renminbi dan euro.

Meski demikian, pasar SBN masih dipengaruhi volatilitas global. Secara year-to-date, imbal hasil SBN meningkat sekitar 55 basis poin sehingga mendorong pelebaran spread terhadap US Treasury. Per 6 Maret 2026, spread SBN tenor 10 tahun terhadap US Treasury tercatat sekitar 243 basis poin sebagai bagian dari penyesuaian terhadap kondisi pasar global.

“Posisi spread Indonesia masih berada pada level yang kompetitif. Pemerintah bersama BI, OJK, dan pihak terkait akan terus memantau perkembangan tersebut untuk memastikan stabilitas pasar keuangan domestik,” pungkas Juda.

Pemerintah juga terus memantau perkembangan pasar keuangan global untuk memastikan pengelolaan pembiayaan negara tetap terjaga dan stabil.

Penulis : Mardiah

(Sumber : kemenkeu.go.id)

[ruby_related total=5 layout=5]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Prabowo Siapkan Bonus Rp3 Miliar untuk Atlet Peraih Emas Asian Games

1 bulan ago

Prabowo Ungkap Kapal Induk Asal Italia Akan Diubah Jadi Pangkalan Helikopter dan Drone

1 bulan ago

BNPB: Aktivitas Gempa Flores Mulai Menurun, 72.864 Warga Masih Mengungsi

1 bulan ago

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Ini Tips Kemenkes Lindungi Diri

1 bulan ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account