Damar Banten – Transformasi digital membawa perubahan besar dalam pengelolaan keuangan negara. Sejak 2005, nilai pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) meningkat hingga enam kali lipat, meski jumlah pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan justru turun dari sekitar 15.000 menjadi 6.000 orang.
Capaian tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Nurkholishoh Ibnu Aman dalam acara Chicago Booth School of Business Forum di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Menurutnya, peningkatan kinerja tersebut tidak terlepas dari penyederhanaan proses kerja, digitalisasi, dan optimalisasi sistem. Jika sebelumnya sejumlah pekerjaan dan pemeriksaan dilakukan secara manual, kini sebagian besar telah didukung sistem digital.
Wamenkeu menjelaskan, data cukup dimasukkan satu kali dari sumbernya sehingga proses kerja menjadi lebih efisien. Perubahan ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas organisasi tidak selalu harus diikuti penambahan jumlah pegawai.
Selain transformasi di bidang perbendaharaan, Kementerian Keuangan juga mulai memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam bidang kepabeanan dan cukai melalui teknologi Trade AI.
Teknologi tersebut membantu petugas membandingkan nilai barang yang diberitahukan dengan informasi harga yang tersedia di internet. Dengan demikian, pemeriksaan dan identifikasi potensi under invoicing atau pelaporan nilai barang lebih rendah dari nilai sebenarnya dapat dilakukan lebih cepat.
Meski teknologi semakin diandalkan, Wamenkeu menegaskan bahwa faktor manusia tetap menjadi penentu dalam pengambilan keputusan. Integritas dan profesionalisme pegawai tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh kecerdasan buatan.
“AI dapat membantu memberikan penanda, tetapi keputusan tetap berada di tangan petugas. Mata manusia, integritas, dan profesionalisme mereka tetap menentukan,” tegasnya sebagaimana dilansir laman kemenkeu.go.id .
Ia juga menyoroti peran pegawai Kemenkeu yang bekerja di berbagai daerah, mulai dari petugas pajak di kota-kota kecil, petugas bea cukai di pelabuhan, hingga pegawai perbendaharaan yang memastikan pembayaran gaji guru dan prajurit berjalan tepat waktu.
“Negara dan APBN berjalan berkat pekerjaan mereka,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Wamenkeu menegaskan transformasi Kemenkeu akan terus dilanjutkan melalui penguatan sistem, pendekatan berbasis bukti, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Penulis : Mardiah

