By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Aksi Tolak Kenaikan BBM, Komunitas Soedirman 30 Sampaikan Empat Tuntutan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
PolemikSeputar Banten

Aksi Tolak Kenaikan BBM, Komunitas Soedirman 30 Sampaikan Empat Tuntutan

Last updated: Maret 31, 2026 10:29 pm
7 bulan ago
2 Min Read

DAMAR BANTEN – Komunitas Soedirman 30 menyatakan penolakan terhadap rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang diperkirakan berlaku pada awal April 2026.

Kebijakan tersebut dinilai berpotensi memicu keresahan sosial serta berdampak luas terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya di Provinsi Banten.

Dalam keterangannya, komunitas tersebut menilai kenaikan harga BBM akan berdampak langsung pada meningkatnya biaya hidup masyarakat.

Tidak hanya sektor transportasi, kenaikan juga diperkirakan merembet ke harga kebutuhan pokok akibat meningkatnya biaya distribusi barang.

Mereka menyoroti kondisi Banten yang masih memiliki ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.

Dengan kenaikan BBM, biaya logistik diprediksi ikut meningkat, sehingga berpotensi menahan bahkan menaikkan harga pangan di pasar.

Selain itu, kebijakan tersebut dinilai dapat memicu pergeseran konsumsi dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi. Kondisi ini dikhawatirkan akan menimbulkan antrean panjang di SPBU serta potensi kelangkaan bahan bakar subsidi di lapangan.

Komunitas Soedirman 30 juga menilai pemerintah perlu mempertimbangkan dampak kebijakan secara menyeluruh, terutama terhadap daya beli masyarakat pasca Lebaran yang dinilai belum sepenuhnya pulih.

Mereka menyebut kebijakan energi seharusnya tidak hanya berorientasi pada penyesuaian harga pasar, tetapi juga harus memperhatikan aspek perlindungan sosial bagi masyarakat.

Dalam pernyataan resminya, komunitas tersebut menyampaikan empat tuntutan kepada pemerintah, yaitu:

  1. Membatalkan rencana kenaikan harga BBM tanpa syarat demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
  2. Menghentikan kebijakan liberalisasi harga energi yang dinilai menyerahkan mekanisme harga pada pasar.
  3. Menghapus komponen pajak pada BBM seperti PPN dan PBBKB agar tidak menambah beban masyarakat.
  4. Menjamin ketersediaan BBM subsidi secara merata tanpa antrean di seluruh SPBU.

Mereka berharap pemerintah dapat mengambil kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat, serta mampu menjaga stabilitas ekonomi dan sosial di tengah kondisi yang dinilai masih rentan.(*)

Penulis : Eduardus

[ruby_related total=5 layout=5]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

500 Tahun Kabupaten Serang, DPMPTSP Siapkan 500 NIB Gratis

4 minggu ago

Bendera 500 Tahun Kabupaten Serang Dikibarkan di Puncak Gunung Prakasak

4 minggu ago

Wabup Serang Sebut IYF JSIT Banten Cetak Generasi Unggul

4 minggu ago

Anggota DPRD Kota Serang Khoeri Mubarok: PKBM Berperan Penting Buka Akses Pendidikan Masyarakat

4 minggu ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account