By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Pengrajin Gerabah di Bumi Jaya Produksi 100 Kendi per Hari, Pasar Tembus Luar Daerah
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
Ekonomiwirausaha

Pengrajin Gerabah di Bumi Jaya Produksi 100 Kendi per Hari, Pasar Tembus Luar Daerah

Last updated: April 18, 2026 9:16 am
5 hari ago
Share
2 Min Read
SHARE

DAMAR BANTEN – Kerajinan gerabah di Kampung Dukuh, Desa Bumi Jaya, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang masih bertahan hingga saat ini. Salah satu pengrajin, Pak Ujang, terus memproduksi gerabah dengan cara tradisional di tempat miliknya sendiri.

Pak Ujang diketahui telah menekuni kerajinan tersebut sejak lama, meneruskan keahlian dari orang tuanya. Seluruh proses produksi dilakukan secara mandiri di lokasi pembuatan gerabah miliknya.

Dalam sehari, ia mampu memproduksi lebih dari 100 kendi ukuran kecil hingga sedang, tergantung pesanan yang masuk.

“Untuk pesanan dari berbagai daerah, dari Bogor ada, dari Labuan juga ada, dan Serang juga ada,” ujar Pak Ujang.

Pesanan gerabah yang dibuatnya pun tidak hanya berasal dari wilayah sekitar, tetapi juga menjangkau luar daerah.

“Untuk pembuatan per hari bisa seratus buah kendi ukuran sedang, mulai dari jam 8 pagi sampai sebelum Dzuhur, tergantung pesanan,” tambahnya.

Proses pembuatan gerabah masih menggunakan cara tradisional, mulai dari pemilihan bahan tanah tertentu yang diolah, kemudian dibentuk sesuai kebutuhan.

Setelah itu, gerabah dikeringkan dan dibakar menggunakan tungku tradisional buatan sendiri dengan bahan bakar kayu selama 3 hingga 4 jam hingga siap digunakan.

Kerajinan ini menjadi salah satu usaha yang terus dijaga keberlangsungannya sekaligus menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat setempat.(*)

Penulis : Eduardus

You Might Also Like

Strategi Pemerintah Atasi Kenaikan Harga Plastik bagi UMKM
Wagub Banten Dorong Perempuan Produktif Berwirausaha di Era Digital
Sidang Debottlenecking Bahas Hambatan Investasi Hingga SNI
Ekonomi Banten 2025 Tumbuh 5,37 Persen, Tertinggi Pasca Pandemi
Mi Yamin Mas Mardi, Warung Sederhana dengan Rasa Bikin Kangen
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

RDTR Ramah Investasi

7 bulan ago

Program Pertanian Serap Jutaan Tenaga Kerja

7 bulan ago

Pascademo Rusuh, Pasar Saham Kembali Pulih

8 bulan ago

Pelatihan Memperkuat Kerjasama SSTC

10 bulan ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?