DAMAR BANTEN – Kerajinan gerabah di Kampung Dukuh, Desa Bumi Jaya, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang masih bertahan hingga saat ini. Salah satu pengrajin, Pak Ujang, terus memproduksi gerabah dengan cara tradisional di tempat miliknya sendiri.
Pak Ujang diketahui telah menekuni kerajinan tersebut sejak lama, meneruskan keahlian dari orang tuanya. Seluruh proses produksi dilakukan secara mandiri di lokasi pembuatan gerabah miliknya.
Dalam sehari, ia mampu memproduksi lebih dari 100 kendi ukuran kecil hingga sedang, tergantung pesanan yang masuk.

“Untuk pesanan dari berbagai daerah, dari Bogor ada, dari Labuan juga ada, dan Serang juga ada,” ujar Pak Ujang.
Pesanan gerabah yang dibuatnya pun tidak hanya berasal dari wilayah sekitar, tetapi juga menjangkau luar daerah.
“Untuk pembuatan per hari bisa seratus buah kendi ukuran sedang, mulai dari jam 8 pagi sampai sebelum Dzuhur, tergantung pesanan,” tambahnya.
Proses pembuatan gerabah masih menggunakan cara tradisional, mulai dari pemilihan bahan tanah tertentu yang diolah, kemudian dibentuk sesuai kebutuhan.

Setelah itu, gerabah dikeringkan dan dibakar menggunakan tungku tradisional buatan sendiri dengan bahan bakar kayu selama 3 hingga 4 jam hingga siap digunakan.
Kerajinan ini menjadi salah satu usaha yang terus dijaga keberlangsungannya sekaligus menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat setempat.(*)
Penulis : Eduardus

