By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Sidang Debottlenecking Bahas Hambatan Investasi Hingga SNI
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
EkonomiEkonomi - BisnisUtama

Sidang Debottlenecking Bahas Hambatan Investasi Hingga SNI

Last updated: Maret 16, 2026 10:24 am
4 bulan ago
Share
2 Min Read
SHARE

Damar Banten – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memimpin Sidang Debottlenecking ke-5 yang digelar pada Jumat (13/03/26) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta. Sidang tersebut membahas berbagai persoalan perizinan dan hambatan investasi yang dihadapi pelaku usaha di sejumlah sektor.

“Melalui sidang debottlenecking ini, pemerintah berupaya mencari solusi atas berbagai hambatan administratif yang dihadapi pelaku usaha agar kegiatan investasi dapat berjalan lebih lancar,” ujar Purbaya dilansir laman kemenkeu.go.id.

Perizinan Impor Ammonium Nitrat

Pada agenda pertama, sidang membahas permasalahan perizinan impor bahan peledak berupa ammonium nitrat oleh PT Samator Indogas Tbk. Bahan tersebut digunakan sebagai komponen dalam produksi gas N2O atau gas bius yang dimanfaatkan untuk kebutuhan medis.

“Kasus ini akan sidangkan lagi Minggu depan, kami akan undang menteri perdagangan, BPK, Kejaksaan, BPKP, biar clear,” ujar Purbaya sebagaimana disiarkan dalam Chanel YouTube Kementrian Keuangan pada Jumat, (13/3/2026).

Menurut Purbaya, pemerintah perlu memastikan bahwa proses perizinan dapat berjalan efektif tanpa menghambat kebutuhan industri.

Aduan Sertifikasi SNI

Selanjutnya, agenda kedua membahas aduan terkait proses pengurusan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI melalui Sistem Informasi Industri Nasional. Aduan tersebut disampaikan oleh tiga perusahaan, yakni PT Nakshatra Exim International, PT Eleganza Tile Indonesia, dan PT Kairos Indah Sejahtera.

Dukungan Proyek Strategis Nasional

Sementara pada agenda ketiga, sidang menindaklanjuti pengaduan PT Galang Bumi Industri terkait penerbitan Rekomendasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (RKKPR) dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang belum terealisasi. Rekomendasi tersebut dibutuhkan untuk mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) di Batam serta mendorong realisasi investasi di kawasan tersebut.

Penulis : Mardiah

You Might Also Like

Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Desainer Asal Padang Terpilih
Magang Nasional Angkatan Ke-2 Resmi Dibuka! Peluang Kerja untuk Fresh Graduate
Prabowo Dorong Himbara Jadi Motor Ekonomi, Kelola Aset Rp1.100 Triliun
Ratusan Perusahaan Sawit Masih Diawasi, Harga TBS Berangsur Pulih
Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Perkuat Infrastruktur Pertanian hingga Papua
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Prabowo Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Palestina

4 minggu ago

krisis air bersih di gili meno, warga tuntut pipa bawah laut

2 bulan ago

Presiden Prabowo Serahkan Rafale dan Alutsista Strategis untuk Perkuat TNI AU

2 bulan ago

Hardiknas 2026, JMSI Dorong Peran Media Siber dalam Literasi Pendidikan

2 bulan ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?