By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Tantangan Menjadi Jurnalis
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
Kesra

Tantangan Menjadi Jurnalis

Last updated: November 22, 2022 6:42 am
4 tahun ago
2 Min Read

Damar Banten – Profesi jurnalis masih kurang diminati oleh sebagian masyarakat, karena menjadi seorang jurnalis harus memilik hobi menulis dan membaca.

Wartawan senior, Teguh Mahardika mengatakan bahwa jurnalis sekarang sudah bergeser menjadi profesi, dan menjadi seorang jurnalis harus ditopang dengan kemauan yang kuat untuk bergelut dibidang jurnalistik, selain itu harus memiliki pengetahuan yang lebih.

“Jurnalis ini soal kemauan dan hobi, kemauan untuk mengabdikan diri di dunia jurnalis, dan hobi menulis dan membaca,” katanya saat diwawancarai di Koloni Lebah, Kota Serang – Banten, Belum lama ini

Menurutnya yang menjadi kurang minatnya seseorang menjadi jurnalis, karena jurnalis itu pekerjaan profesi, namun penghargaan dan pendapatannya tidak seperti pekerja profesi lainnya, seperti dokter.

“Profesi jurnalis dan dokter itu walaupun sama-sama pekerja profesi tapi nilai tindakannya bedan yang diberikan penghargaannya,” katanya.

Di era modern yang sekarang ini dimana kemajuan teknologi semakin berkembang khususnya dibidang informasi sehingga ini menjadi salah satu tantangan menjadi seorang jurnalis kebanyakan masyarakat kurang siap menerima informasi yang hadir, hasilnya masyarakat menelan mentah-mentah informasi yang didapat tanpa memastikan kebenarannya.

“Hari ini semua orang yang mempunyai informasi bisa mempublish lewat platform yang mereka buat sendiri,” katanya

Ditegaskannya bahwa orang yang mempublish informasinya sendiri lewat platform yang dibikin sendiri tentu berbeda dengan jurnalis, karena jurnalis memiliki kode etik tersendiri, salah satu contohnya jurnalis menayangkan korban kecelakaan dengan diblur gambarnya, dan menginisialkan namanya bagi pelaku dan korban peristiwa kriminal.

“Jadi ada batasan-batasan nya, kita menjaga hak asasi manusianya” tegasnya.

Kemudian ia menambahkan bahwa menghadapi tantangan ini harus dilakukan dengan cara pendekatan kepada masyarakat agar tetap cerdas menerima informasi dan tetap menjaga kondusifitasnya

“Kalau kita punya etika lalu kecerdasan dan pengetahuannya untuk menulisnya sudah mumpuni, udah kita jadi hebat,” tutupnya.

Penulis : Iqbal Riyadi

[ruby_related total=5 layout=5]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Bupati Tangerang Serahkan Bantuan Traktor dari Presiden untuk Petani Sepatan Timur

6 bulan ago

Menaker Imbau WFH Sehari Seminggu untuk Hemat Energi

7 bulan ago

BBM Tak Naik per 1 April, Pemerintah Minta Warga Tenang

7 bulan ago

Menhub Dudy Pastikan Harga Tiket Pesawat Lebaran Didiskon hingga 20 %

7 bulan ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account