Damar Banten – Luar biasa. Baru tiga bulan menggeluti dunia gulat, Dzaka Faiq Ramadhan (15 tahun) berhasil menyabet medali emas cabang olahraga Gulat (Kelas 48 kg) pada gelaran Pekan Olah Raga Pelajar (Popda) Provinsi Banten 2026 yang berlangsung di Cilegon, Kamis (18/6/2026).
Menjawab Damar Banten, pelajar kelas 10 SMAIT Raudhatul Jannah Cilegon ini mengaku hampir tak percaya mampu meraih gelar juara ini.
“Saya merasa tidak percaya dan bangga karena pertama kali mendapatkan medali emas di kompetisi bergengsi seperti POPDA ini. Tentunya, sangat senang berhasil meraih medali emas dan saya bertekad untuk terus meningkatkan prestasi di masa mendatang, ” ujarnya.
Hebatnya, prestasi itu diraih.manakala Dzaka baru tiga bulan berkecimpung di dunia gulat. Pastinya, ada proses kerja keras yang dilakukan Dzaka Faiq, diantaranya konsisten dalam menurunkan berat badan melalui pola makan satu kali sehari dan latihan dua kali sehari.
“Untuk mencapai target berat badan, saya menerapkan metode Intermittent Fasting (IF) dengan menghindari makanan yang mengandung gula, tepung, minyak, serta membatasi konsumsi karbohidrat. Pada jendela makan, saya mengonsumsi makanan utama berupa 3–5 butir telur rebus dan satu buah ubi kukus,” ungkapnya.
Kedepannya, Dzaka Faiq bertekad akan lebih fokus dalam persiapan lomba, baik di bidang akademik maupun non akademik. Apalagi, Dzaka juga sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri.
“Harapan saya kedepan fokus kembali untuk persiapan masuk PTN dan mengikuti lomba akademik dan non akademik,” jelasnya.

Prestasi akademik
Lebih lanjut, putera dari Dr. Ade Sri Mariawati, S.T., M.T ini mengatakan, selain olah raga gulat, juga hobi bermain futsal dan catur. Meski demikian, catatan prestasi akademiknya juga cukup mentereng. Dia tercatat pernah mengikuti olimpiade matematika tingkat nasional.
Sementara itu, DR. Ade Sri.Mariawati, yang juga dosen di Untirta Banten ini tidak menyangka puteranya bisa meraih gelar juara gulat. Pasalnya. Dzaka terlahir prematur dengan berat badan hanya 1.4 kg, bahkan pada usia 0- 2 tahun harus terapi terus menerus untuk mengejar perkembangan motorik.

” Alhamddulillah, dalam perkembangnnya, Dzaka yang lebih suka telanjang kaki dan tidak suka makan nasi ini memiliki jiwa sosial, emphaty-nya tinggi, dan kritis Energinya berlebih. Dia gak bisa diam dan selalu bergerak terus, ” ujarnya.
Semangat berlatih dan dukungan keluarga telah menjadikan sosok Dzaka Faiq berprestasi di bidang akademik dan non akademikik, khususnya olahraga gulat. Selamat dan sukses untuk Dzaka. Semoga prestasinya terus berkembang. (**)
Penulis: Owi

