BEM Serang Raya Tuntut Kejati Tuntaskan Korupsi di Banten

Damarbanten – Tak kurang dari 500  mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Serang Raya, Rabu (2/6/2021) menggelar aksi unjuk rasa di jalanan depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.

Ketika mereka tiba Kantor Kejati Banten,  pintu gerbang utama  telah ditutup rapat dan dijaga puluhan petugas polisi. Akhirnya,  mereka berorasi di depan pintu gerbang.

Dalam orasinya, aktivis Trisna Virdian Pratama meminta aparat Kejaksaan untuk mengusut tuntas sejumlah kejahatan korupsi di Banten, diantaranya korupsi dana pesantren, korupsi pengadaan masker, dan sejumlah kasus korupsi lainnya.
“Kami aliansi BEM Serang meminta Kejati Banten untuk mengusut tuntas korupsi di Banten.” harapnya.

Ditegaskan, Aliansi  BEM sangat prihatin atas berbagai tindak kejahatan korupsi yang sangat merugikan rakyat.
“Banten itu gudangnya santri dan pesantren, tapi dana untuk pesantren malah dikorupsi. Apa itu bukan goblok.. betull..???  gobloook.., goblok,” umpatnya.

Konyolnya,  dimasa pandemi sekarang ini, rakyat dipaksa memakai masker, tapi duitnya juga dikorupsi. Para penyelenggara negara yang korup itu dinilainya benar-benar kehabisan moral.

Oleh karena itu,  Aliansi BEM Serang Raya  meminta Kejati Banten bersama mahasiswa serius untuk mengusutnya.
” Kepala.Kejaksaan Tinggi harus sama-sama kita menyatakan sikap untuk tegakkan hukum seadil-adilnya.. Hidup mahasiwa,” pekiknya.


Pada demo yang berlangsung tertib, namun penuh semangat itu,   sejumlah mahasiswa bergantian berorasi menyatakan sikap antikorupsi.

Pada Kesempatan itu, mewakili Kajati Banten, Asisten intelijen Kejati Banten, Adyaksa Darma Yulianto, SH.MH menyampaikan terima kasihnya  atas dukungan para majasiswa dalam pengusutan  kasus-kasus korupsi di Banten.

Adyaksa juga menyampaikan, kasus korupsi dana pesantren dan kasus korupsi dana masker telah ditangani Kejati Banten, dan kini telah memasuki tahap penyidikan.

Asintel Kejaksaan Tinggi Banten, Adyaksa Darma Yulianto,SH.MH, Rabu (2/6/2021), meminta mahasiswa pengunjuk rasa untuk mengontrol proses pengusutan kasus korupsi di Banten.


Ketika dituntut jaminan penuntasannya, Adyaksa meminta mahasiswa untuk turut mengawal dan mengawasi prosesnya.

“Bila ditemukan hal-hal yang menyimpang, silahkan dilaporkan kepada kami, dan kami akan melakukan evaluasi. Demikian yang dapat saya sampaikan, dan terima.kasih atas dukungan mahasiswa,” katanya sembari pamit undur diri.

Mahasiswa tak langsung bubar setelah Adyaksa meninggalkan kerumunan mahasiswa pengunjuk rasa. Orasi tetap berjalan bergantian, dan mereka baru bubar  menjelang Maghrib.



Penulis: Gusman/Bul

BERITA TERKAIT

Apa pendapat anda tentang berita diatas

- Advertisement -spot_img

PALING SERING DIBACA

- Advertisement -spot_img

Terkini