Damar Banten – Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, dirinya tidak berambisi maju memimpin KONI Banten. Ia menyatakan cukup berperan sebagai Dewan Pembina, sambil mendukung siapapun yang dipilih melalui musyawarah mufakat.
“Saya ini Dewan Pembina saja, ikut membantu. Kalau ada figur yang dianggap lebih mumpuni, silakan. Saya alternatif paling akhir saja. Kalau tidak ada yang siap, daripada olahraga kita redup, ya saya siap membantu,” ujar Dimyati saat ditemui usai Rakerprov IPSI Banten 2025 di Serang, Minggu (31/8/2025).
Dimyati mengingat pengalamannya sebagai Ketua KONI Kabupaten Pandeglang. Menurutnya, memimpin KONI bukan hanya soal manajemen, tapi juga pengorbanan tenaga, pikiran, waktu, hingga biaya pribadi.
“Kalau hanya mengandalkan uang KONI, bahaya. Prestasi olahraga tidak akan tercapai. Justru kita harus memberikan sumbangsih pribadi demi kemajuan olahraga,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa olahraga adalah proses panjang, bukan kerja instan. Karena itu, butuh orang-orang yang memiliki sense of belonging (rasa memiliki) dan sense of crisis (kepekaan) terhadap dunia olahraga.
“Pendidikan dan olahraga itu sifatnya evolusi, bukan revolusi. Harus dibangun dari bawah, perlu pembiayaan besar, dan yang mengurus harus punya jiwa pengabdian,” katanya.
Sebagai bentuk kecintaannya, Dimyati mengaku kerap hadir di berbagai event olahraga, mulai dari tinju, sepak bola, hingga bowling. Menurutnya, olahraga berperan penting dalam membentuk generasi muda yang sehat, kuat, dan berdaya saing.
“Olahraga ini penting buat anak-anak kita. Apalagi silat, bukan hanya membuat sehat dan percaya diri, tapi juga melatih keberanian membela diri dan orang lain. Kalau catur hanya melatih berpikir, silat melatih strategi sekaligus keberanian membela keadilan,” ujarnya.
Olahraga apapun semuanya baik agar tubuh dan pikiran kita tetap sehat.
Penulis : Owi