Damar Banten – Gubernur Banten Andra Soni mengajak jajaran Kebudayaan Seni Tari Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (Kesti TTKKDH) ikut mengawal program kerakyatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Ajakan itu disampaikan saat menerima pengurus DPP, DPW, dan DPD Kesti TTKKDH di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang (26/2/2026).
Andra menyebut, selama setahun kepemimpinannya sejumlah capaian berhasil diraih. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,37 poin, melampaui target RPJMD 5,20 poin. Angka kemiskinan juga turun hingga 5,51 poin atau melebihi target 5,50 poin.
Jumlah penduduk bekerja meningkat menjadi 5,80 juta orang pada Februari. Realisasi investasi tahun 2025 menembus Rp130,2 triliun, naik dari Rp105,64 triliun pada tahun sebelumnya. Angka Partisipasi Sekolah (APS) juga mengalami kenaikan.
“Semua itu hasil kerja bersama,” ujarnya.
Pendidikan dan Infrastruktur Diperluas
Andra menegaskan program sekolah swasta gratis akan diperluas hingga kelas XI. Pemprov juga menyiapkan skema untuk sekolah swasta berbasis agama.
Program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra akan terus dilanjutkan. Pemerintah juga berkomitmen menghadirkan kemudahan akses kerja tanpa praktik percaloan.
“Kita ingin masyarakat mudah dapat kerja, tanpa calo,” ujarnya.
Andra berharap Kesti TTKKDH yang memiliki ribuan kader hingga pelosok desa bisa ikut mengawal program tersebut. Ia juga mendorong pelestarian budaya silat sebagai daya tarik wisata.
Dinas Pariwisata Provinsi Banten diminta melibatkan seluruh peguron untuk menggelar atraksi budaya di destinasi unggulan agar wisatawan tinggal lebih lama di Banten.

“Jangan cuma lihat pantai, tapi juga nikmati budayanya,” ujarnya.
Sekjen Kesti TTKKDH Mahyudi menyatakan siap berkolaborasi dan mendukung program kerakyatan Pemprov Banten.
“Kami siap dukung untuk kebaikan,” ujarnya.
Penulis: Ayu Lestari

