Kunjungan Kerja DPRD Prov DIY : Studi Bunding Upaya Penanganan COVID 19

Damar Banten— Pansus I DPRD Provinsi Banten mendapat kunjungan kerja Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) dari DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis (15/04/2021) di Aula Serba Guna DPRD Provinsi Banten.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Ketua Pansus I DPRD Provinsi DIY Lilik Saiful Ahmad mengatakan bahwa dalam LKPJ Gubernur ada hal-hal yang harus di compare satu sama lain antara DPRD Provinsi Banten dan DPRD Provinsi DIY.

“Dalam rangka Kunker LKPJ Pemprov, setiap tahun selalu ada LKPJ untuk dilakukan studi banding, disini seperti apa dan di Jogja seperti apa, jadi kita saling belajar.” ujar Lilik.

Ia juga menambahkan hasil dari kunjungan kerja DPRD Provinsi DIY dan DPRD Provinsi Banten ialah dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing.

“Kami jadi tahu harus melakukan apa karena telah mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam hal menghadapi dampak pandemi, seperti anggaran Pemprov yang bergeser terus menerus, terobosan dan inovasi Pemprov, serta rekomendasi baru yang ditambahkan di LKPJ tahun ini untuk tahun depan di Banten dan di Daerah Istimewa Yogyakarta.” Lilik menambahkan.

Senada itu disampaikan oleh Anggota Banggar atau Badan Aggaran Pansus I DPRD Provinsi Banten Muhammad Faizal bahwa studi banding yang dilakukan adalah dilihat dari indikator ekonomi nya.

“Jadi pedomannya adalah indikator ekonomi di daerah Banten dan DIY, bagaimana tingkat kemiskinannya, bagaimana tingkat penganggurannya, Indeks Pembangunan Manusia nya, dan bagaimana tingkat inflasinya.” kata Faizal.

“Dasarnya yang dibandingkan pada standar nasional atau standar lokal, nah kita termasuk di standar yang mana? Disinilah dijelaskan.” Faizal menambahkan.

Lebih lanjut dalam Rapat Pansus yang digelar secara tertutup itu, Faizal mengatakan adanya anggaran LKPJ ini yang banyak dikonsentrasikan untuk penanganan Covid-19.

“Sekarang kan pandemi, jadi banyak anggaran yang dikeluarkan untuk dikonsentrasikan ke kesehatan, karena target raker diawal terkendala pandemi, kemudian kita lakukan revisi anggaran, mana yang bisa di geser-geser tapi tidak terlalu jauh dari target yang telah dibuat di raker.” Ujarnya.

Penulis : Siti Mahfudzoh

BERITA TERKAIT

Apa pendapat anda tentang berita diatas

- Advertisement -spot_img

PALING SERING DIBACA

- Advertisement -spot_img

Terkini