Pena Masyarakat & amp; WALHI Jakarta : Hentikan Kami Hirup Polusi

Cilegon – Hari ini sejumlah aktivis WALHI Jakarta dan Pena Masyarakat (Banten) melakukan aksi simpatik di Kota Cilegon. Rabu, 28/04.

Direktur Pena Masyarakat Banten, Mad Haer (Aeng) mengungkapkan aksi kami hari ini didasari oleh dua hal. Pertama, di beberapa titik di wilayah di Provinsi Banten dan Jakarta menunjukkan angka kualitas udara yang tidak baik, artinya selama di Bulan Ramadhan warga di kedua provinsi ini terpapar polusi udara. Kedua, di bulan ini tepatnya pada 27 April merupakan hari jadi Kota Cilegon yang ke 21. Kota yang memiliki jargon “Akur Sedulur Adil Makmur” ini nyatanya gagal memastikan warganya akan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Kota Cilegon disebut juga sebagai Kota Baja. Secara faktual masyarakat Cilegon terus terpapar polusi udara, namun pemerintah masih terus abai. Hampir ratusan Industri sudah terbangun di wilayah Kota Cilegon. Dan salah satunya Kota Cilegon akan menambah 2 Unit PLTU berkapasitas 2 x 1000 Megawatt (MW) di daerah Suralaya, yang saat ini sedang tahap pembangunan. Dengan kebutuhan batu bara hampir 7-10 Ton pertahunnya.

Saat ini kami melihat Pemerintah Cilegon tidak melakukan inventarisasi emisi secara baik, ini terlihat dari alat pemantauan kualitas udara di Cilegon tidak optimal, bahkan beberapa alat seringkali terlihat tidak beroperasi. Patut diduga Pemkot menutup-nutupi kondisi nyata kualitas udara di Cilegon. Padahal keluhan masyarakat terhadap kondisi lingkungan hidup di kota ini cukup tinggi, dan kami menduga kuat pencemaran udara di Cilegon tertinggi berasal dari industri.

Kajian “Racun Debu di Tanah Jawara” yang dilakukan oleh Trend Asia, Pena Masyarakat, dan WALHI Jakarta (2019) menunjukan paparan pencemaran udara di Kota Cilegon sangat tinggi, pada tahun 2017 saja kunjungan pasien Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Bojonegara (wilayah yang berdampingan langsung dengan PLTU Suralaya) mencapai 1.274 orang, dan bahkan dilaporkan pada bulan Juli 2017 sebanyak 15.039 balita kota cilegon mengalami batuk-batuk atau kesukaran bernafas, yang merupakan indikasi awal ISPA. Kata Tubagus Soleh Ahmadi, Direktur Eksekutif WALHI DKI Jakarta.

Oleh : Hamidah

BERITA TERKAIT

Apa pendapat anda tentang berita diatas

- Advertisement -spot_img

PALING SERING DIBACA

- Advertisement -spot_img

Terkini