By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Setahun Andra Soni, Aktivis Antikorupsi Nilai Gubernur Banten Responsif dan Pro-Publik
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
opiniSeputar Banten

Setahun Andra Soni, Aktivis Antikorupsi Nilai Gubernur Banten Responsif dan Pro-Publik

Last updated: Februari 12, 2026 4:55 pm
8 bulan ago
2 Min Read

Damar Banten – Aktivis antikorupsi Ade Irawan menilai Gubernur Banten Andra Soni menunjukkan kepemimpinan yang responsif terhadap keluhan masyarakat selama setahun masa jabatannya. Sikap tersebut dinilai menjadi poin plus dalam mewujudkan visi Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi.

“Selama setahun, Gubernur Andra Soni hadir di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan publik dan merespons berbagai persoalan yang disampaikan warga,” ujar Ade Irawan, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, pendekatan tersebut mampu membangun jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan memahami kebutuhan riil warga, kebijakan yang diambil diharapkan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung.

Ade menilai, jajaran Pemprov Banten perlu memetakan kebijakan prioritas yang mendesak agar akselerasi pembangunan dapat berjalan efektif. Salah satu program yang diapresiasi adalah kebijakan sekolah gratis bagi SMA, SMK, dan SKh swasta, serta rencana pemberlakuan sekolah gratis untuk Madrasah Aliyah.

Ia menyebut program tersebut berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banten yang kini mencapai 77,25 dan masuk kategori tinggi. Namun, menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan pemerataan kualitas sumber daya manusia.

“Program ini harus mendorong peningkatan kualitas, baik bagi siswa maupun tenaga pendidik. Guru-guru sekolah swasta perlu mendapat pelatihan, workshop, dan akses pengembangan kompetensi,” katanya.

Ade menegaskan, akses pendidikan gratis harus dibarengi dengan peningkatan mutu agar mampu meningkatkan keterampilan dan daya saing masyarakat.

Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan dalam pencegahan korupsi. Meski Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengapresiasi capaian nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) dan Monitoring Controlling Surveillance Prevention (MCSP), penguatan sistem tetap harus menjadi prioritas.

“Gubernur tidak hanya harus dekat dengan masyarakat, tetapi juga mampu melakukan reformasi tata kelola kebijakan. Ini penting mengingat rekam jejak Banten terkait isu korupsi,” tegasnya.

Ade berharap semangat pencegahan korupsi menjadi komitmen bersama di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten demi memastikan pembangunan berjalan transparan dan tepat sasaran.

Penulis : Owi

[ruby_related total=5 layout=5]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

500 Tahun Kabupaten Serang, DPMPTSP Siapkan 500 NIB Gratis

4 minggu ago

Bendera 500 Tahun Kabupaten Serang Dikibarkan di Puncak Gunung Prakasak

1 bulan ago

Wabup Serang Sebut IYF JSIT Banten Cetak Generasi Unggul

1 bulan ago

Anggota DPRD Kota Serang Khoeri Mubarok: PKBM Berperan Penting Buka Akses Pendidikan Masyarakat

1 bulan ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account