By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Wagub Achmad Dimyati Natakusumah Dorong Banten Jadi Pilot Project Obligasi Daerah
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
Ekonomi - BisnisSeputar Banten

Wagub Achmad Dimyati Natakusumah Dorong Banten Jadi Pilot Project Obligasi Daerah

Last updated: April 11, 2026 12:56 pm
2 jam ago
Share
3 Min Read
SHARE

Damar Banten – Pemerintah Provinsi Banten terus mendorong inovasi pembiayaan pembangunan. Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengusulkan agar Banten menjadi daerah percontohan (pilot project) penerapan obligasi daerah di Indonesia sebagai alternatif percepatan pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Dimyati saat menghadiri Sosialisasi Obligasi Daerah dalam Rapat Koordinasi Wilayah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan KP3B, Kota Serang, Jumat (10/4/2026).

Menurut Dimyati, obligasi daerah merupakan solusi strategis untuk mengatasi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), terutama dalam membiayai proyek-proyek infrastruktur berskala besar yang membutuhkan dana cepat dan berkelanjutan.

“Pembangunan harus dilakukan secara cepat karena menyangkut kepentingan masyarakat. Jika lambat, dampaknya juga akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, obligasi daerah bisa menjadi alternatif pembiayaan yang efektif,” ujarnya.

Ia menegaskan, penerapan obligasi daerah harus tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah serta perencanaan yang matang, agar manfaat ekonomi dapat dirasakan dalam jangka waktu yang relevan dengan masa kepemimpinan daerah.

Dimyati mencontohkan pembangunan infrastruktur jalan yang tidak tuntas justru dapat menimbulkan inefisiensi dan meningkatkan biaya logistik masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya, pembiayaan melalui obligasi dapat memastikan proyek selesai secara menyeluruh dan tepat waktu.

“Kalau pembangunan tidak utuh, misalnya dari kebutuhan 10 kilometer baru terbangun 2 kilometer, tentu manfaatnya belum optimal. Dengan obligasi, kita bisa mempercepat penyelesaian sehingga dampak ekonominya lebih cepat dirasakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong sejumlah daerah di Banten, seperti Kabupaten Pandeglang, untuk mulai mengkaji kemungkinan penerapan obligasi daerah dengan tetap memperhatikan kapasitas fiskal dan kebutuhan pembangunan masing-masing wilayah.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Banten, Adi Dharma, menyatakan dukungannya terhadap upaya penguatan pembiayaan pembangunan melalui instrumen pasar modal.

Menurutnya, obligasi daerah merupakan salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menghimpun dana dari masyarakat guna membiayai proyek strategis, dengan pengawasan ketat dari OJK untuk menjamin transparansi dan keamanan investasi.

“Pembiayaan pembangunan tidak harus bergantung pada perbankan. Pasar modal, termasuk obligasi daerah, dapat menjadi alternatif yang kuat untuk mempercepat pembangunan,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat yang berinvestasi dalam obligasi daerah akan memperoleh imbal hasil yang kompetitif, sekaligus berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah.

Melalui inisiatif ini, Pemerintah Provinsi Banten berharap dapat menciptakan model pembiayaan inovatif yang tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis : Owi

You Might Also Like

Turnamen Tenis Piala Gubernur 2026 Jadi Ajang Kebersamaan Forkopimda Banten
Bupati Tangerang Serahkan Bantuan Traktor dari Presiden untuk Petani Sepatan Timur
April 10, 2026
Tinawati Ajak UMKM Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
FKUB Kabupaten Serang Dilantik, Bupati Tekankan Jaga Kerukunan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

21 Petani Milenial Banten Magang ke Jepang

2 hari ago

Andra Soni Paparkan Peluang Investasi Banten kepada Eks PM Malaysia

2 hari ago

Pantau Pelayanan di Cisauk, Bupati Tangerang Pastikan Cetak KTP Hanya 30 Menit dan Gratis

2 hari ago

Banten Bidik Tuan Rumah PON 2032, Gubernur Andra Soni: Momentum Percepatan Infrastruktur

2 hari ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?