Damar Banten – Anggota DPRD Provinsi Banten sekaligus Anggota MD KAHMI Kota Serang, Encop Sophia, menilai Focus Group Discussion (FGD) dan buka bersama yang digelar Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Serang menjadi ruang strategis untuk menyatukan gagasan alumni, khususnya dalam melihat dan memetakan potensi kemaritiman Banten.
Kegiatan yang berlangsung di Saung Edi Kota Serang pada Minggu, (01/03/2026) itu dinilai Encop tidak sekadar forum silaturahmi, tetapi juga momentum untuk mendorong dukungan yang lebih luas dan kolaboratif di internal KAHMI.
“Saya berharap implikasi ini tidak hanya sekadar dukungan politik, tapi dukungan yang lebih luas. Kita di KAHMI, dari pusat sampai daerah, sebenarnya punya kekuatan besar. Kalau berkolaborasi, ini akan menjadi kekuatan yang besar,” ujar Encop dalam sambutannya.

Ia menilai KAHMI memiliki kualitas dan kapasitas yang beragam, sehingga perlu disatukan dalam satu suara untuk menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“KAHMI ini besar dan kita harus terus bersuara serta saling membesarkan. Kita punya kualitas dan kapasitas yang berbeda, dan itulah pentingnya dukungan satu sama lain,” katanya.
Dalam diskusi tersebut, isu potensi kemaritiman Banten menjadi salah satu fokus utama. Encop menyebut forum FGD sebagai urun rembuk yang penting untuk menghasilkan kesepakatan bersama terkait arah kolaborasi.
“Kita sedang berbicara soal potensi maritim Banten. Ini urun rembuk yang luar biasa. Kita tidak sendirian, tapi perlu menghasilkan satu kata sepakat, kolaborasi apa yang bisa kita kuatkan, termasuk pemetaan potensi kemaritiman,” jelasnya.
Menurut Encop, pendekatan politik yang dilakukan KAHMI selama ini juga memiliki karakter tersendiri.
“Cara KAHMI berpolitik itu menarik, perubahan dilakukan secara adaptif dan halus, tapi kumulatif. Dampaknya berimplikasi langsung pada pelayanan masyarakat secara luas,” ujarnya.
Usai kegiatan, Encop menambahkan bahwa diskusi lintas sektor tersebut membuka perspektif baru terkait potensi laut Banten yang selama ini belum dimaksimalkan.
“Diskusi tadi sangat menarik karena dilihat dari berbagai sektor. Ternyata di dalam laut itu punya dinamika luar biasa yang bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat Banten, bukan hanya ikan dan terumbu karang,” katanya.
Ia juga menyoroti posisi strategis Banten sebagai jalur perdagangan.
“Banten punya jalur perdagangan perekonomian seperti Sunda Kelapa dan Selat Jawa yang ada di wilayah Banten. Saya kira itu yang perlu diperkuat,” lanjutnya.
Dari perspektif kelembagaan, Encop mengakui dirinya tidak membidangi sektor kemaritiman di DPRD. Namun, sebagai masyarakat Banten sekaligus legislator, ia menilai potensi tersebut harus digali secara serius.
“Potensi ini harus dikuatkan mulai dari sumber daya manusianya. Pengawas kelautan di Banten sangat terbatas dan perlu peningkatan, sehingga bisa menopang sumber daya kelautan yang ada,” ujarnya.
Encop berharap FGD KAHMI Kota Serang dapat menjadi awal kolaborasi yang lebih besar dan berkelanjutan dalam mengoptimalkan potensi kemaritiman sebagai salah satu kekuatan utama pembangunan Banten.
Penulis : Mardiah

