By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: 21 Petani Milenial Banten Magang ke Jepang
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
Seputar Banten

21 Petani Milenial Banten Magang ke Jepang

Last updated: April 9, 2026 10:20 pm
2 bulan ago
Share
2 Min Read
SHARE

Damar Banten – Gubernur Banten Andra Soni melepas keberangkatan 21 petani milenial untuk mengikuti program magang di Jepang selama 1 hingga 2 tahun (9/4/2026).

Program ini merupakan bagian dari Kementerian Pertanian yang dilaksanakan tiap provinsi. Tahun ini menjadi rekor terbanyak sejak dimulai pada 1984. Andra Soni berharap peserta dapat kembali dan memajukan sektor pertanian di Banten.

“Silakan dikembangkan,” ujarnya.

Ia menilai potensi pertanian di Banten besar, namun belum optimal. Dengan letak strategis berbatasan dengan Jakarta, Banten dinilai mampu menjadi pemasok kebutuhan pangan.

“Ini penting sekali karena secara transportasi kita lebih kompetitif dari daerah lain,” jelasnya.

Pemprov Banten juga berkomitmen mendukung sektor pertanian, mulai dari ketersediaan air hingga akses pasar. Hal ini dilakukan agar generasi muda tertarik terjun ke sektor pertanian.

“Jadi usaha sektor pertanian itu sebenarnya sangat menjanjikan,” ujarnya.

Peserta Siap Bawa Perubahan

Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten M Nasir mengatakan peserta telah mengikuti pelatihan selama 50 hari sebelum diberangkatkan (13/4/2026).

“Dari total 48 peserta, yang berhasil lolos sebanyak 21 dari berbagai daerah di Banten. Insya Allah nanti tanggal 13 April diberangkatkan,” ujarnya.

Selama di Jepang, peserta akan tinggal di perkampungan dan belajar langsung dari petani setempat di berbagai lokasi selama 11 hingga 26 bulan.

“Jepang adalah negara barometer dengan penerapan teknologi terbaik dalam sektor pertaniannya,” jelasnya.

Salah satu peserta, Eva Luthfiah asal Kabupaten Lebak, mengaku siap mengembangkan pertanian di daerahnya setelah pulang.

“Dari kecil saya sudah diajarkan bertani oleh orang tua, dan sampai sekarang saya masih menjalani itu,” ujarnya.

Ia juga menilai pertanian kini semakin modern dan menjanjikan bagi generasi muda.

“Karena tekad saya ingin memajukan pertanian,” ujarnya.

Penulis: Ayu Lestari

You Might Also Like

Aktivis Lingkungan Desak Tambang MBLB di Bojonegara dan Pulo Ampel Gunakan Jumbo Bag dan Terpal Standar
Encop Sopia Nahkodai KPPI Banten Periode 2026–2031
Musda V KPPI Banten Tetapkan Encop Sopia Kembali Pimpin Organisasi
Tirta Al Bantani Bangun Pabrik AMDK Tirta Ratu
Setahun Zakiyah-Najib, HMI MPO Serang Soroti Sejumlah Persoalan Daerah
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Harga Kebutuhan Pokok di Kabupaten Serang Tetap Stabil Pasca Idul Adha

6 hari ago

Onboarding 2026, GenBI Untirta Satukan Energi dan Perkuat Solidaritas Anggota

1 minggu ago

HMI MPO Serang Desak Satgas Calo Kerja Dibubarkan

1 minggu ago

GenBI UIN SMH Banten Gelar On Boarding 2026 : Siapkan Generasi Muda Adaptif dan Berdampak

2 minggu ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?