By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Militerisasi Global dan Ketimpangan Kekuatan Picu Konflik Iran
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
Ekonomi - Bisnis

Militerisasi Global dan Ketimpangan Kekuatan Picu Konflik Iran

Last updated: April 14, 2026 11:59 am
17 jam ago
Share
3 Min Read
SHARE

Damar Banten – Sejumlah akademisi menyoroti latar belakang historis dan ekonomi di balik konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam webinar bertajuk Webinar Economic Imperatives of War yang digelar secara daring (13/04/2026).

Ekonom Jomo Kwame Sundaram menjelaskan bahwa konflik tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berakar dari perubahan tatanan dunia sejak runtuhnya dominasi Inggris pasca Perang Dunia dan menguatnya peran Amerika Serikat.

Ia menyinggung peristiwa penting seperti Krisis Terusan Suez 1956 hingga kebijakan ekonomi Amerika pada 1970-an sebagai titik balik global. “Ini bukan kejadian tiba-tiba, tapi hasil proses panjang,” ujarnya.

Jomo juga menyoroti intervensi Barat di Iran sejak 1953, saat pemerintahan Perdana Menteri Mohammad Mossadegh digulingkan setelah menasionalisasi industri minyak. Menurutnya, keterlibatan intelijen Amerika menjadi awal dari ketegangan berkepanjangan. “Sejak itu, konflik terus berlanjut sampai sekarang,” katanya.

Ketimpangan Belanja Militer

Peneliti Eleonora Gentilucci mengungkapkan ketimpangan besar dalam belanja militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Pada 2024, Amerika Serikat mengalokasikan 968 miliar dolar AS, Israel 45 miliar dolar AS, sementara Iran hanya 6,6 miliar dolar AS.

“Rasionya sampai 153 banding 1, ini sangat timpang,” ujarnya.

Ia menyebut ketimpangan tersebut bersifat struktural dan telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa pernah mencapai keseimbangan. Bahkan, kapasitas militer Iran terus tertekan sejak Revolusi Iran 1979 dan sanksi ekonomi yang berkepanjangan. “Tidak pernah ada momen setara,” katanya.

Selain itu, analisis menunjukkan bahwa jika Iran tidak mengalami tekanan ekonomi dan sanksi, belanja militernya bisa mencapai sekitar 22,9 miliar dolar AS pada 2024. “Ada selisih besar yang jadi kerugian jangka panjang,” ujarnya.

Perkuat Militerisasi

Profesor Surajit Mazumdar menilai bahwa meningkatnya konflik dan militerisasi merupakan dampak dari sistem globalisasi itu sendiri. Menurutnya, dominasi Amerika pasca-Perang Dingin menciptakan kondisi yang memperkuat kapitalisme global sekaligus ketimpangan kekuatan.

“Ini bagian dari sistem, bukan anomali,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut juga berdampak pada negara berkembang, termasuk India, yang kini memiliki peran strategis di kancah global. “Negara berkembang ikut terdampak dari dinamika ini,” katanya.

Para akademisi sepakat bahwa peningkatan anggaran militer global terjadi di tengah keterbatasan anggaran pembangunan, terutama di negara berkembang. Kondisi ini dinilai berpotensi memperlebar ketimpangan dan menghambat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Ayu Lestari

You Might Also Like

Dikelola Mandiri, Peternakan Susu di Kota Serang Bertahan dan Produksi Stabil
Strategi Pemerintah Atasi Kenaikan Harga Plastik bagi UMKM
Wagub Achmad Dimyati Natakusumah Dorong Banten Jadi Pilot Project Obligasi Daerah
Wagub Banten Dorong Perempuan Produktif Berwirausaha di Era Digital
Sidang Debottlenecking Bahas Hambatan Investasi Hingga SNI
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Ekonomi Banten 2025 Tumbuh 5,37 Persen, Tertinggi Pasca Pandemi

2 bulan ago

Investasi Banten 2025 Tembus Rp130,2 Triliun, Naik ke Peringkat 4 Nasional

3 bulan ago

Mi Yamin Mas Mardi, Warung Sederhana dengan Rasa Bikin Kangen

6 bulan ago

RDTR Ramah Investasi

7 bulan ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?