Damar Banten – Peternakan sapi perah milik pribadi di lingkungan Cilaku, Kota Serang, terus bertahan sejak berdiri pada (2011). Usaha ini dikelola oleh pasangan suami istri, Eman Surahman dan Entin, secara mandiri.
Sebelum proses pemerahan, sapi terlebih dahulu dimandikan agar tetap bersih dan higienis. Perawatan ini dilakukan rutin setiap hari untuk menjaga kualitas susu yang dihasilkan.
Sapi yang bisa diperah adalah sapi yang sudah pernah melahirkan, biasanya berumur sekitar tiga tahun. Dalam satu hari, satu ekor sapi mampu menghasilkan sekitar 10 liter susu dari dua kali pemerahan, pagi dan sore.
Proses pemerahan dilakukan dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Hasil susu kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi maupun dijual secara langsung.
Selain kebersihan, perawatan kesehatan sapi juga diperhatikan dengan menyediakan beberapa obat dan vitamin untuk menjaga kondisi tetap optimal.

Perawatan Sederhana, Hasil Optimal
Entin mengatakan bahwa menjaga kebersihan sapi menjadi hal penting dalam beternak.
“Kalau sebelum diperah itu harus dimandikan dulu biar bersih, jadi susunya juga lebih bagus,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa tidak semua sapi bisa langsung diperah.
“Biasanya yang sudah melahirkan, umurnya sekitar tiga tahun baru bisa diperah,” katanya.
Sementara itu, Eman Surahman menyebut produksi susu cukup stabil setiap hari.
“Sehari bisa dapat sekitar 10 liter dari pemerahan pagi sama sore,” ujarnya.
Ia menambahkan, perawatan kesehatan juga jadi perhatian utama.
“Perawatannya kita kasih obat sama vitamin biar sapinya tetap sehat,” katanya.
Meski dikelola secara sederhana, peternakan ini tetap mampu menghasilkan produksi susu yang stabil setiap hari. Usaha ini menunjukkan bahwa ketekunan dalam merawat ternak dapat memberikan hasil yang optimal.
Penulis: Ayu Lestari

