Perempuan dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang dan membawa perubahan. Hal tersebut disampaikan Titin Kholawiyah, akademisi, aktivis, sekaligus anggota Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Banten, dalam wawancara podcast Damar Banten TV pada Selasa, (26/05/2026).
Menurut Titin, perempuan saat ini memiliki peluang yang jauh lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya. Kemajuan teknologi membuat akses terhadap pendidikan, informasi, dan pengetahuan menjadi lebih mudah dijangkau.
“Kalau dulu buku-buku sulit diakses, sekarang semuanya lebih mudah didapatkan. Tinggal ada kemauan atau tidak,” katanya.
1. Pendidikan Keluarga Membentuk Karakter Mandiri
Meski demikian, ia menilai kemudahan akses tersebut tidak akan berarti tanpa adanya keinginan untuk terus belajar dan berkembang. Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun karakter perempuan sejak dini melalui pendidikan keluarga.
Baginya, keluarga memiliki peran besar dalam membentuk perempuan yang mandiri dan percaya diri. Pola asuh yang baik akan membantu perempuan tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengambil keputusan dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
“Kemandirian itu berawal dari mindset. Kalau hanya sekadar bicara mandiri tapi semuanya masih tergantung, itu belum cukup,” ujarnya.
- Lingkungan Pertemanan yang Support System
Selain keluarga, lingkungan pertemanan juga dinilai sangat berpengaruh terhadap perkembangan perempuan. Titin mengingatkan pentingnya memiliki support system yang sehat dan saling mendukung agar perempuan dapat berkembang di lingkungan yang positif.
Dukungan tersebut kemudian membawanya berani mengambil banyak peran, termasuk menjadi pengusaha. Meski awalnya tidak memiliki cita-cita di dunia usaha, ia akhirnya memilih menjadi pengusaha karena melihat banyaknya potensi sumber daya alam dan tenaga kerja di kampung halamannya yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Perempuan di Banten sangat potensial, gimana kita ngga keberlimpahan rasa syukur atas potensi alam yang di Banten, kita punya laut, selat, samudera, gunung, segala macam, sumber daya alam kita banyak, SDM nya berlimpah, dan baiknya lagi orang-orang Banten itu punya daya juang untuk bekerja,”
3. Trigger dan Rasa Percaya Diri
Menurutnya, perempuan juga memiliki kemampuan besar untuk menciptakan perubahan, termasuk dalam bidang ekonomi. Perempuan dinilai memiliki semangat kuat karena adanya rasa tanggung jawab terhadap keluarga dan anak-anaknya.
“Perempuan itu gampang ke trigger, trigger pertama itu mungkin dari tanggungjawab kepada anak, ingin memberikan asupan yang berlebih, mungkin dari hal hal seperti itu, jadi potensi yang besar.” Ujarnya.
Di akhir wawancara, Titin menegaskan bahwa perempuan harus memiliki visi dan keberanian untuk terus memberikan manfaat di mana pun berada. Baginya, rasa percaya diri akan tumbuh ketika seseorang mampu menjadi pribadi yang berguna bagi lingkungan sekitarnya.
Penulis : Mardiah

