Damar Banten – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar Dies Natalis ke-23 dengan mengusung tema “Sinergi, Berbagi, dan Berdampak untuk Negeri” di Ruang Multimedia Gedung Rektorat Lantai 1 Untirta, (10/06/2026).
Dekan FISIP Untirta, Leo Agustino, S.Sos., M.Si., Ph.D. mengatakan usia 23 tahun menjadi perjalanan yang cukup panjang bagi FISIP dalam membangun pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Namun, menurutnya, FISIP masih harus terus belajar dan memperkuat kontribusinya bagi bangsa.
“Usia 23 tahun bukan usia yang sebentar. Itu waktu yang cukup untuk mengembangkan banyak hal. Tapi kami merasa FISIP masih harus terus belajar, belajar dari laboratorium yang bernama masyarakat dan dari berbagai lembaga di luar dunia pendidikan,” ujarnya.
Leo juga menuturkan FISIP membutuhkan dukungan, masukan, dan arahan dari berbagai pihak agar mampu memberikan sumbangsih yang lebih besar bagi negeri.
“Kami merasa kontribusi kami terhadap negeri ini masih belum begitu banyak. Kami ingin berbicara di tingkat nasional maupun internasional, karena itu jejaring kami terus kami perluas,” katanya.
Sementara itu, Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T. menyampaikan kehadiran Jusuf Kalla menjadi momentum penting untuk menghadirkan inspirasi bagi sivitas akademika Untirta.
“Hari ini kehadiran Pak Jusuf Kalla mengulang semangat yang sangat inspiratif dari Syekh Yusuf Al Makassari. Semangat pengabdian, kepemimpinan, dan perjuangan untuk bangsa harus terus diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.
FISIP Award untuk Jusuf Kalla
Pada momentum Dies Natalis ke-23 tersebut, FISIP Untirta juga menganugerahkan FISIP Award Tahun 2026 Tokoh Inspiratif, Berdampak bagi Negeri kepada Dr. (H.C) Drs. Muhammad Jusuf Kalla atas dedikasi dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.
Leo menjelaskan penghargaan itu diberikan kepada tokoh yang dinilai telah memberikan dharma bakti dan kontribusi nyata bagi Indonesia.
“Setiap tahun kami memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh lokal maupun nasional yang telah memberikan dharma baktinya bagi negeri ini. Hari ini kami memberikan FISIP Award kepada Bapak Jusuf Kalla atas kerja cerdas dan kerja keras yang telah beliau lakukan untuk bangsa ini,” ujarnya.
Menurut Leo, salah satu kontribusi besar Jusuf Kalla adalah perannya dalam menjaga persatuan bangsa, termasuk melalui Perjanjian Helsinki yang mengakhiri konflik antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka.
Ia juga mengisahkan sebuah peristiwa ketika Jusuf Kalla mewakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri peringatan 50 tahun Malaysia. Saat itu, Jusuf Kalla mendapat pertanyaan terkait kabut asap yang menyelimuti Malaysia akibat kebakaran hutan di Indonesia.
“Saat itu Pak Jusuf Kalla menjawab, ‘Apakah bapak tahu bahwa dalam satu tahun ada 12 bulan? Apakah bapak tidak merasakan selama 11 bulan nikmatnya hidup di Kuala Lumpur karena paru-paru dunia berasal dari hutan Indonesia? Apakah selama 11 bulan itu bapak pernah mengucapkan terima kasih kepada Indonesia?’,” tuturnya.
Menurut Leo, jawaban tersebut menunjukkan kecerdasan diplomasi, ketegasan sikap, dan kecintaan Jusuf Kalla terhadap bangsa Indonesia. Nilai-nilai itulah yang menjadi alasan FISIP Untirta memberikan penghargaan kepada tokoh nasional tersebut pada Dies Natalis ke-23 tahun ini.
Turut hadir Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T; Wakil Rektor IV, Prof. Ir. Alfirano, S.T., M.T., Ph.D ; Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim; Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah; Wakapolda Banten Brigjen Pol. Hendra Wirawan, S.H., S.I.K., M.H ; Danrem, Kapolres, Kajari, serta sejumlah kolega akademik Untirta. Hadir sebagai narasumber utama, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla.
Penulis : Mardiah

