By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Ratusan Perusahaan Sawit Masih Diawasi, Harga TBS Berangsur Pulih
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
Utama

Ratusan Perusahaan Sawit Masih Diawasi, Harga TBS Berangsur Pulih

Last updated: Juni 23, 2026 12:19 am
4 bulan ago
2 Min Read

Damar Banten – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di berbagai daerah mulai berangsur naik setelah pemerintah memperketat pengawasan terhadap perusahaan sawit yang membeli hasil petani di bawah harga pasar. Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan Polri terus memantau perusahaan yang belum menyesuaikan harga sesuai kondisi pasar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan sekitar 80 hingga 90 persen perusahaan sawit telah menaikkan harga pembelian TBS dari petani. Kenaikan tersebut terjadi setelah pemerintah melakukan serangkaian pertemuan dengan pelaku usaha, asosiasi, dan perwakilan petani sawit.

“Harga TBS sudah naik, 80-85 persen, mungkin saat ini 90 persen sudah naik. Tetapi yang belum naik, tetap kita telusuri bersama Satgas,” kata Amran, Rabu (17/06/2026), Dilansir laman pertanian.go.id.

Pemerintah sebelumnya menemukan sekitar 270 perusahaan yang belum menyesuaikan harga TBS meski harga minyak sawit mentah (CPO) dunia dan nilai tukar dolar AS mengalami kenaikan. Setelah dilakukan pengawasan, jumlah perusahaan yang belum menaikkan harga kini tersisa sekitar 130 perusahaan.

“Kemarin kan 270, sekarang ini tinggal 100 lebih ya, 130-an perusahaan. Jadi tinggal sedikit. Yang belum menaikkan tetap diperiksa,” ujarnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi jutaan petani sawit yang bergantung pada komoditas tersebut. Pemerintah menilai petani harus ikut menikmati keuntungan ketika harga CPO dunia mengalami peningkatan.

Menurut Amran, pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan kenaikan harga tidak bersifat sementara dan benar-benar dirasakan petani secara berkelanjutan. Pemerintah juga berkomitmen menjaga tata niaga sawit agar lebih adil dan transparan.

Penulis : Mardiah

[ruby_related total=5 layout=5]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Prabowo Siapkan Bonus Rp3 Miliar untuk Atlet Peraih Emas Asian Games

1 bulan ago

Prabowo Ungkap Kapal Induk Asal Italia Akan Diubah Jadi Pangkalan Helikopter dan Drone

1 bulan ago

BNPB: Aktivitas Gempa Flores Mulai Menurun, 72.864 Warga Masih Mengungsi

1 bulan ago

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Ini Tips Kemenkes Lindungi Diri

1 bulan ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account