Damar Banten — Komunitas Soedirman 30 menggelar aksi unjuk rasa di Serang, Kamis (13/8/2026), menyoroti tingginya angka pengangguran di Provinsi Banten.
Dalam pernyataan sikapnya, massa merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Banten pada Mei 2026 mencapai 6,48 persen, atau menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional.
Mahasiswa juga menyoroti tingginya pengangguran di kalangan lulusan pendidikan menengah. Berdasarkan data yang mereka bawa, TPT lulusan SMK mencapai 11,88 persen, sedangkan lulusan SMA sebesar 10,07 persen.
Mereka menilai tingginya angka pengangguran menunjukkan belum optimalnya keterhubungan antara dunia pendidikan, kebutuhan industri, dan kebijakan ketenagakerjaan.
Komunitas Soedirman 30 juga mendesak pemerintah memperkuat sistem informasi pasar kerja, meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal serta menindak praktik percaloan tenaga kerja.

Tiga tuntutan utama disampaikan kepada pemerintah, yakni mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur Banten merealisasikan program pengentasan pengangguran, meminta DPRD Banten memperkuat fungsi pengawasan, serta mendesak Disdikbud dan Disnakertrans melakukan pembenahan kebijakan pendidikan dan ketenagakerjaan.
Koordinator Umum Komunitas Soedirman 30, Bento, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kritik terhadap penanganan pengangguran yang dinilai belum menghasilkan langkah konkret.
“Kami minta Pemprov dan DPRD tidak hanya bicara, tapi segera mengambil langkah konkret, terutama untuk lulusan SMK dan SMA yang paling banyak menganggur,” ujar Bento.
Ia menegaskan pihaknya siap membuka ruang dialog dengan pemerintah maupun DPRD, tetapi berharap tuntutan mahasiswa diikuti kebijakan nyata.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemprov Banten maupun DPRD Banten terkait tuntutan yang disampaikan Komunitas Soedirman 30.
Editor : Owi

