Damar Banten – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni meninjau sekaligus melakukan penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Provinsi Banten 2026 di SMAN 1 Ciruas, Kabupaten Serang, Kamis (17/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Tinawati mengajak dewan guru dan siswa untuk bergotong royong menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, bersih, dan asri. Menurutnya, kondisi lingkungan sekolah yang sehat menjadi salah satu faktor penting agar anak-anak dapat belajar dengan baik.
“Bagi saya, sekolah sehat adalah kunci untuk menciptakan budaya-budaya baik itu,” kata Tinawati.
Ia juga mengingatkan orang tua dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap anak, termasuk mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah.
Tinawati meminta para siswa tidak ragu melaporkan tindakan perundungan kepada guru maupun kepala sekolah agar dapat segera ditangani.
“Kepada adik-adik siswa, tolong kita saling bantu. Biasanya kalau sesama teman itu saling terbuka, mau cerita. Terus kalau melihat ada perundungan segera laporkan ke guru atau kepala sekolah supaya bisa langsung ditangani,” ujarnya.
Tinawati menegaskan, penerapan sekolah sehat tidak boleh hanya dilakukan untuk kepentingan mengikuti perlombaan. Program tersebut harus menjadi budaya yang diterapkan secara berkelanjutan karena lingkungan sekolah yang sehat merupakan kebutuhan bagi siswa.
“Kalau itu sudah diwujudkan maka insya Allah cita-cita untuk mewujudkan generasi emas bisa tercapai,” pungkasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Tinawati bersama rombongan juga meninjau asrama siswa asal Papua yang mengikuti program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). Program tersebut menyasar siswa dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) untuk mendapatkan pendidikan lanjutan yang bermutu.
Pada 2026, SMAN 1 Ciruas menerima sebanyak 14 siswa asal Papua dalam program tersebut.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 1 Ciruas Mulyadi mengatakan pihaknya berkomitmen menerapkan pola pendidikan yang sehat, aman, nyaman, dan asri secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut, kata Mulyadi, diwujudkan antara lain melalui implementasi Trias Unit Kesehatan Sekolah (UKS), yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, serta pembinaan lingkungan sekolah yang sehat.
“Ada tiga hal yang menjadi fokus kita, yakni pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sehat,” kata Mulyadi.
Untuk pendidikan kesehatan, SMAN 1 Ciruas melakukannya melalui berbagai pendekatan, seperti kegiatan ekstrakurikuler dan sosialisasi kesehatan yang bekerja sama dengan Puskesmas maupun pihak terkait lainnya.
Materi kesehatan juga mencakup upaya menjaga kesehatan siswa dalam berbagai tahapan kehidupan, termasuk persiapan pranikah, pernikahan, kehamilan, menyusui hingga pemenuhan asupan gizi.
“Karena untuk menciptakan SDM yang unggul itu harus dimulai dari kesehatan,” ujarnya.
Dalam aspek pelayanan kesehatan, sekolah mengoptimalkan fungsi UKS serta menyediakan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) standar di masing-masing kelas.
Sementara untuk pembinaan lingkungan sehat, pihak sekolah mengajak seluruh dewan guru dan siswa menjaga kebersihan, termasuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Sebagian sampah juga diolah kembali. Selain itu, setiap Jumat, warga sekolah melaksanakan kegiatan bersih-bersih bersama sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan sehat.
“Sampah-sampah itu juga sebagian kita olah, dan setiap hari Jumat kita juga melakukan bersih-bersih bersama,” jelas Mulyadi.
Editor : Owi


