Damar Banten – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) membagikan masker kepada warga di 26 desa di Kecamatan Anyer dan Cinangka. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik erupsi Gunung Api Anak Krakatau (GAK) yang terjadi sejak Jumat (4/9/2026).
Kepala Dinkes Kabupaten Serang dr. Efrizal mengatakan, pembagian masker merupakan tindak lanjut dari peninjauan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah ke Pos Pengamatan GAK milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Minggu (6/9/2026).
“Ini tindak lanjut dari tinjauan Ibu Bupati ke pos pengamatan Gunung Anak Krakatau. Kita tahu ada kondisi debu vulkanik, jadi salah satu antisipasinya dengan membagikan masker. Ini yang kami tindak lanjuti,” kata dr. Efrizal melalui keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).
26 Desa Terima Masker
Dr. Efrizal menjelaskan, distribusi masker dilakukan melalui kepala desa yang dikoordinasikan camat dan kepala puskesmas. Distribusi juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui UPT Puskesmas setempat.
Sebanyak 12 desa di Kecamatan Anyer dan 14 desa di Kecamatan Cinangka menerima bantuan masker. Setiap desa mendapatkan 25 boks, dengan masing-masing boks berisi 50 masker.
“Kecamatan Cinangka dan Anyer yang paling terdampak. Jadi untuk saat ini kami lakukan pembagian masker ke setiap desa. Masing-masing desa mendapat 25 boks masker dengan isi 50 pcs,” jelasnya.
Menurut dr. Efrizal, abu vulkanik perlu diwaspadai karena dapat mengandung silika dan zat lain yang berbahaya bagi kesehatan. Paparan abu yang terhirup dalam waktu lama dapat berdampak pada paru-paru dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Debu vulkanik sangat berbahaya karena mengandung zat silika, meskipun ada banyak zat lain yang juga berbahaya untuk kesehatan. Jadi, itu tujuan pemberian masker kepada masyarakat,” paparnya.
Imbauan untuk Warga
Dinkes Kabupaten Serang mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan penting. Jika harus keluar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker dan kacamata pelindung untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
Masyarakat juga diminta menutup pintu dan jendela, serta menutup tempat penampungan air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu. Bagian tubuh yang terkena abu juga perlu segera dicuci dengan air bersih.
“Cuci tangan, wajah dan bagian tubuh yang terkena abu. Ikuti juga arahan dari pihak berwenang mengenai kondisi gunung api dan evakuasi. Yang terpenting, segera ke fasilitas kesehatan bila ada keluhan,” tuturnya.
Pembagian masker tersebut diharapkan dapat membantu melindungi masyarakat di wilayah yang paling terdampak sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik GAK.
Penulis: Ayu

