By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Royal Baroe, Ruang Ekonomi Kreatif Kota Serang
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
Seputar Banten

Royal Baroe, Ruang Ekonomi Kreatif Kota Serang

Last updated: September 1, 2026 8:22 am
4 jam ago
Share
4 Min Read
SHARE

Damar Banten – Perubahan mulai terlihat di salah satu kawasan di Jalan Tirtayasa, Kota Serang. Kawasan yang sebelumnya tidak banyak menjadi perhatian, kini tampil dengan wajah baru setelah dilakukan penataan. Lokasi itu, kini bernama  Royal Baroe.

Royal Baroe diresmikan oleh Gubernur Banten Andra Soni pada Jumat malam, 26 Desember 2025. Kehadirannya tidak hanya menjadi bagian dari perubahan wajah kawasan perkotaan, tetapi juga membawa harapan baru bagi perkembangan ekonomi kreatif di Kota Serang.

Sebagai ibu kota Provinsi Banten, Kota Serang memiliki posisi penting. Namun, perkembangan sebuah ibu kota tidak hanya dilihat dari keberadaan gedung pemerintahan. Ruang publik, kawasan perdagangan, tempat berkumpul masyarakat, hingga ruang bagi anak-anak muda untuk berkreasi juga menjadi bagian dari wajah sebuah kota.

Di tengah aktivitas masyarakat Kota Serang yang terus berkembang, Royal Baroe diharapkan dapat menjadi salah satu ruang yang mempertemukan berbagai kepentingan tersebut. Kawasan ini dirancang tidak hanya untuk menjadi tempat yang lebih bersih dan tertata, tetapi juga sebagai ruang yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif.

Gubernur Banten Andra Soni menyebut, perubahan kawasan tersebut sebagai langkah konkret untuk mengubah paradigma Kota Serang. Menurutnya, sebagai ibu kota provinsi, Kota Serang harus terus berbenah dan memiliki wajah kota yang lebih tertata.

Harapan yang dibawa dari penataan Royal Baroe juga cukup besar. Kawasan tersebut diharapkan mampu menjadi ruang publik yang inklusif, sekaligus menjadi pusat bisnis dan promosi bagi produk kreatif masyarakat.

Berbagai kegiatan  ekonomi kreatif memiliki peluang untuk berkembang di kawasan tersebut. Mulai dari kuliner, fesyen, kriya, arsitektur, musik, fotografi, hingga film. Artinya, Royal Baroe tidak hanya berbicara tentang perubahan fisik kawasan, tetapi juga tentang bagaimana ruang publik dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkarya.

Bagi pelaku usaha kecil dan ekonomi kreatif, Royal Baroe dapat menjadi tempat untuk memperkenalkan produk dan karya mereka. Sementara, bagi masyarakat, kawasan ini dapat menjadi ruang untuk berinteraksi, menikmati suasana kota, serta mengenal berbagai produk dan kreativitas lokal.

Tantangan terbesar dari sebuah kawasan baru bukan hanya bagaimana membangunnya,melainkan bagaimana membuat kawasan tersebut tetap hidup dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Royal Baroe membutuhkan aktivitas yang berkelanjutan. Kebersihan dan kerapian kawasan perlu dijaga. Fasilitas yang telah dibangun juga harus dirawat. Di sisi lain, pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat perlu diberi ruang agar kawasan tersebut tidak hanya ramai saat kegiatan tertentu, tetapi dapat terus menjadi bagian dari aktivitas masyarakat Kota Serang.

Pemerintah Kota Serang juga berencana melanjutkan penataan kawasan hingga Jalan Diponegoro dan kawasan Alun-alun Kota Serang. Jika rencana tersebut berjalan, Royal Baroe dapat menjadi bagian dari kawasan pusat kota yang lebih luas dan terintegrasi.

Dengan demikian, Royal Baroe bukan hanya tentang sebuah kawasan yang dipercantik. Lebih jauh, kawasan ini menjadi bagian dari upaya membangun wajah baru Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten yang lebih tertata, terbuka terhadap kreativitas, serta memiliki ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas.

Pada akhirnya, keberhasilan Royal Baroe tidak hanya ditentukan oleh bangunan dan fasilitas yang tersedia. Kehidupan kawasan ini akan sangat bergantung pada bagaimana masyarakat, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan pemerintah bersama-sama menjaga serta menghidupkannya.

Sebab, sebuah ruang publik baru akan benar-benar berarti ketika tidak hanya terlihat indah, tetapi juga mampu menjadi tempat masyarakat bertemu, berkarya, berusaha, dan tumbuh bersama.

Penulis: Eduardus

You Might Also Like

Status Ibu Kota Banten Masih Menunggu Kepastian Hukum
Serang Cerdas dan Tantangan Pendidikan Kota Serang
Syahriyah-an MWC NU Cipocok Jaya, Encop Sopia Dorong Sinergi Ulama dan Umara
Camat Cipocok Jaya: Imbau Masyarakat Jauhi Miras
RSDP Tambah 10 Mesin HD, Bupati Serang Imbau Warga Jaga Pola Makan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Akreditasi UDD PMI Kota Cilegon, Perkuat Mutu dan Kepercayaan Masyarakat

2 minggu ago

HUT ke-81 RI di Batukuwung, Warga hingga Relawan Jepang Larut dalam Pesta Rakyat

2 minggu ago

Pawai Budaya HUT Kota Serang, Budi Rustandi Bidik Budaya Lokal Go Internasional

2 minggu ago

Semarak HUT ke-81 RI di Gerindra Banten, 1.000 Warga Disuguhi Lomba hingga Doorprize

2 minggu ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?