Damar Banten – Pengajian bulanan ulama, umaro, dan masyarakat melalui kegiatan Syahriyah-an Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Cipocok Jaya digelar secara bergilir di delapan kelurahan. Kali ini, kegiatan ke-3 berlangsung di Masjid Jami’ Assafar, Link. Terminal Pakupatan, Kelurahan Penancangan, Kota Serang, Jumat (21/8/2026).
Camat Cipocok Jaya, H. Um Rochmat Hidayat HS, S.T., M.M., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat.
“Alhamdulillah, pengajian ulama dan umaro ini bekerja sama dengan PCNU Cipocok Jaya dan dilaksanakan setiap bulan. Tempatnya bergilir, sehingga delapan kelurahan mendapat kesempatan menjadi tuan rumah,” ujar Rochmat saat ditemui seusai acara.
Menurutnya, sistem pengajian keliling tersebut bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang membangun komunikasi dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Harapannya, dengan adanya pengajian ini bisa membangun ukhuwah Islamiyah, memberikan semangat kepada para ulama dan umaro, serta menjalin silaturahmi yang semakin baik,” katanya.

Imbau Warga Jauhi Miras
Dalam kesempatan yang sama, Rochmat turut menyinggung kebijakan Pemerintah Kota Serang dalam mempersempit ruang penjualan dan peredaran minuman keras (miras).
Ia mengapresiasi langkah Wali Kota Serang yang dinilai penting untuk menjaga ketertiban sekaligus menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih kondusif.
“Pak Wali Kota luar biasa dalam mempersempit ruang jual atau ruang edar minuman keras. Jadi hanya tempat-tempat tertentu saja dan tempat yang memang diizinkan untuk menjual,” ujarnya.
Rochmat menilai sinergi pemerintah bersama ulama dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi sosial di wilayah Cipocok Jaya.
“Maka masyarakat, khususnya di Kecamatan Cipocok Jaya, untuk tidak mengonsumsi dan tidak mengedarkan minuman keras. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar lingkungan kita tetap aman, tertib, dan kondusif,” tegasnya.
Karena itu, ia berharap kegiatan keagamaan seperti Syahriyah-an dapat terus berjalan dan menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi, kepedulian, serta kebersamaan dalam membangun masyarakat.
Penulis : Mardiah

