By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Encop Sopia: Dapur MBG Banyak Membantu Masyarakat
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
opini

Encop Sopia: Dapur MBG Banyak Membantu Masyarakat

Last updated: Januari 18, 2026 9:59 pm
2 bulan ago
Share
2 Min Read
SHARE

Damar Banten – Sebagai bentuk rasa syukur atas berjalannya Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Walantaka, Teritih. Encop Sopia menggelar tasyakuran sekaligus santunan anak yatim yang kini hampir dua bulan melayani masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh Encop Sopia selaku pemilik Yayasan Cordova, Ketua RT dan RW setempat, keluarga besar yayasan, Mitra MBG, TK Cordova, serta Damar Banten dan anak yatim, piatu dari Masyarakat Parung dan Kampung Baru, pada Minggu, (18/01/26) pukul 10.32 WIB.

Dalam sambutannya, Encop Sopia menyampaikan kegiatan Tasyakuran ini menjadi ajang doa bersama atas perjuangan banyak pihak yang selama ini terlibat langsung di Dapur MBG.

“Keberadaan dapur MBG sangat membantu masyarakat sekitar, terutama anak-anak, lansia, dan ibu menyusui yang membutuhkan asupan gizi yang layak.”

Selain berdampak pada kesehatan masyarakat dan menyediakan lapangan pekerjaan, kehadiran MBG juga dirasakan manfaatnya dalam menggerakkan UMKM lokal. Selama hampir dua bulan berjalan, program ini dinilai lancar dan konsisten, sehingga tasyakuran dan doa bersama dianggap penting sebagai bentuk syukur.

“Saat ini terdapat 43 orang yang tergabung dalam tim MBG. Mereka bekerja sekitar delapan jam setiap hari untuk memastikan makanan bergizi benar-benar sampai ke tangan masyarakat.” ujar Encop.

Ia juga menyampaikan bahwa wilayah Wotgalih, Kota Serang, kini sudah dalam kondisi yang lebih sejahtera. Namun menurutnya, kesejahteraan tidak cukup hanya dilihat dari kondisi lingkungan yang aman, melainkan juga dari terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, terutama soal pangan dan gizi.

“Alhamdulillah, di Wotgalih ini tidak ada Yatim, Piatu,” Katanya.

Encop Sopia menjelaskan, dapur MBG selama ini memang tidak sembarang orang boleh masuk karena alasan kebersihan dan sterilisasi. Acara tasyakuran ini menjadi momen khusus sebelum dapur kembali disterilkan, sekaligus kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung suasana dapur MBG, khususnya di SPPG Walantaka, Teritih.

Penulis : Mardiah

You Might Also Like

Bukan Sekadar Lapar, Ini Kunci Puasa Sehat
Tips Menjalani Puasa , Agar Tetap Sehat dan Tidak Lemas
Setahun Andra Soni, Aktivis Antikorupsi Nilai Gubernur Banten Responsif dan Pro-Publik
Pembangunan Pandeglang: Antara Pertumbuhan dan Keadilan Sosial
Ekonomi Pandeglang: Potensi Besar, Kesejahteraan Masih Tertinggal
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Teori sosial barat dan perubahan budaya masyarakat banten

2 bulan ago

Rasionalitas Pilihan Ekonomi Masyarakat Kota Serang di Tengah Perubahan Sosial: Perspektif Adam Smith

2 bulan ago

Kebaikan Bersama dalam Pilihan Ekonomi Masyarakat Kota Serang: Perspektif Aristoteles

2 bulan ago

Dampak media sosial terhadap pola pikir generasi muda

2 bulan ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?