By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Damar BantenDamar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama Damar Banten
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Video
Reading: Festival Budaya Surosowan: Upaya Merawat Kekayaan Warisan Kesultanan Banten
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Damar BantenDamar Banten
  • Beranda
  • Utama
  • Seputar Banten
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Wisata-Budaya
  • Olahraga
  • opini
  • Figur
  • Seputar Banten
  • Komunitas
  • Utama
  • Ekonomi – Bisnis
  • Wisata dan Budaya
  • Olah Raga
  • Figur
  • Sorotan
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
© 2026 Damar Banten.
BudayaSeputar BantenWisata dan Budaya

Festival Budaya Surosowan: Upaya Merawat Kekayaan Warisan Kesultanan Banten

Last updated: Oktober 13, 2023 2:43 am
3 tahun ago
Share
3 Min Read
SHARE

Damar Banten- Festival Budaya Surosowan bertajuk ‘Hajatan Ageung Surosowan’ resmi digelar mulai tanggal 12-15 Oktober 2023 di Taman Kesultanan Banten, Kawasan Banten Lama, Kota Serang. Festival ini hadir bukan hanya sebagai hiburan, melainkan sebagai bentuk upaya menjaga, merawat, mengemas, dan mempublikasikan kekayaan warisan budaya Banten agar terus lestari.

Direktur Jendral Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, Banten merupakan salah satu contoh kota yang berhasil memadukan kemajemukan yang hidup dan tinggal di dalamnya. Kondisi ini disebabkan oleh keberhasilan kota Banten dalam menarik para pedagang asing sehingga Banten menjadi pusat perdagangan Internasional dikala itu.

Aktifitas perdagangan terutama rempah bukan saja menjadi aktifitas jual beli tapi juga menciptakan berbagai interaksi dan pertukaran budaya, ide dan aktivitas manusia.

Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, Masjid Agung Banten, Tasikardi, Benteng Speelwijk, Vihara Avalokitesvara dan banyak cagar budaya lainnya yang berada di Kawasan Banten Lama walaupun sebagian hanya tinggal strukturnya saja tetapi atribut tersebut telah menjadi saksi cerita kejayaan rempah, perdagangan internasional, dan kemajemukan yang indah di Banten kala itu.

Adanya kreativitas budaya yang dihadirkan lewat Festival Budaya Surosowan ini diharapkan menjadi ajang upaya pelestarian warisan budaya yang berkelanjutan dan mendorong masyarakat untuk lebih mandiri, inovatif, produktif serta menghargai kebudayaannya sendiri.

“Kebudayaan memiliki nilai yang penting dan strategis dalam konteks membangun manusia seutuhnya sebagai pembinaan karakter bangsa melalui budaya bangsa. Budaya adalah salah satu fondasi kebangsaan. Itulah yang pernah disampaikan Bung Karno, dengan penegasan, bahwa kreasi kultural bukan hanya sekedar hiburan, tetapi juga menjadi upaya pengayaan wawasan. Mencermati pelaksanaan Festival Budaya Surosowan hari ini, yang menampilkan event seni budaya, makanan tradisonal, permainan tradisional, dan kreasi budaya lainnya hendaknya dipandang bukan hanya sebagai acara hiburan dan ceremonial semata tetapi jauh daripada itu Festival Budaya Surosowan ini harus dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga, merawat, mengemas, dan mempublikasikan kekayaan warisan budaya Banten agar terus lestari,” kata Hilmar di Taman Kesultanan Banten, Kota Serang. Kamis, (13/10/2023).

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian (BPK) Wilayah VIII Lita Rahmiati mengatakan, Festival Budaya Surosowan yang akan dilaksanakan dari tanggal 12-15 oktober 2023 merupakan salah satu bagian rangkaian dari peringatan HUT ke 23 provinsi Banten dan juga pelaksanaan Pekan Kebudayaan Nasional. Festival yang mengangkat tema tema ‘Hajatan Ageung Surosowan’ ini hadir untuk menceritakan masa lalu yang berkorelasi dengan masa kini. 

Tidak hanya mengangkat cerita heroik dan strategi politik-ekonomi Kesultanan Banten, FBS juga mengangkat cerita-cerita kecil yang mengiringi dan terjadi dalam keseharian sultan di Keraton Surosowan dan sekitarnya. Cerita-cerita kecil tersebut nyatanya berpengaruh pada kebudayaan Banten masa kini, hadir dalam seni, musik, tradisi, bahasa, kuliner, permainan tradisional, dan budaya lainnya.

Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat berupa cerita rekonstruksi kejayaan Kesultanan Banten masa lalu melalui tampilan budaya masa kini; serta membangun kekuatan ekosistem budaya di provinsi Banten dalam pemajuan kebudayaan.

You Might Also Like

HMI MPO Angkat Tema Besar “Realisasikan Janji Politik, Hentikan Pembodohan Publik” di HUT Kota Serang ke-19
Gubernur Banten Andra Soni Letakkan Batu Pertama Revitalisasi Kawasan Wisata Religi Syekh Asnawi
Revitalisasi Makam Syekh Asnawi Ditarget Jadi “One Stop Ziarah” di Banten
DPRD Banten: Caringin Layak Dikembangkan Jadi Wisata Religi
Mahasiswa KKM 17 UNIBA Kenalkan Ecoprint, Ubah Potensi Alam Jadi Karya Kreatif
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Berita Terkait

Riung Hijau Soroti Pengelolaan Limbah Medis di Kota Serang

6 hari ago

Bank Banten Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp10,4 Triliun di Semester I 2026

1 minggu ago

Mahasiswa KKN UIN SMH Banten Edukasi Siswa Cegah Pergaulan Bebas

1 minggu ago

Tinawati Andra Soni: Program PKK Mengajar Bangun Karakter Generasi Muda

2 minggu ago

Damar BantenDamar Banten
© 2026 Damar Banten | PT. MEDIA DAMAR BANTEN Jalan Jakarta KM 5, Lingkungan Parung No. 7B Kota Serang Provinsi Banten
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?